Rabu, 25 November 2020

5 Prinsip Dasar Berbisnis Ala Itaewon Class


SiMama udah cukup lama nonton Itaewon Class. Temanya tentang bisnis lebih menonjol dibandingkan percintaannya. Saat menonton, mata seolah dibuka. Bahwasanya, ilmu tentang bisnis ini bisa didapat dari mana saja, termasuk dari drama satu ini.

Diperankan oleh Park Seo Jun, drama ini cukup banyak menyita perhatian, bahkan oleh sekelas bisnisman Mardigu Wowiek. Agaknya, drama ini memang recommended buat ditonton. Selain pemainnya memang sudah kawakan, value tentang bisnis cukup membuat penontonnya bergumam, “Wah keren banget, iya banget ini.” setidaknya Simama begitu sih pas nonton sampai ending-nya.

Nah, ini dia rangkuman tentang prinsip dasar berbisnis yang tertangkap oleh SiMama selama 16 episodenya.

1.      Belajar dari Ahlinya

Park Sae Ro Yi adalah sosok anak remaja yang dibesarkan oleh ayah kompeten di perusahaan Jangga. Jangga Corp ini lumayan besar dan punya cabang di mana-mana. Ayah Park Sae Ro Yi menjadi salah satu pioner yang mengembangkan Jangga di cabang makanan. Suatu ketika, anaknya Presdir Jangga, Jang Dae Hee, yang masih sekolah, berantem sama Sae Ro Yi. Mereka emang masih sekelas dan intrik anak sekolahan terjadi di sini.

Presdir Jang Dae Hee memperkarakan ini dengan mengancam pemecatan ayahnya. Tapi Park Sae Ro Yi nggak bergeming karena dia merasa nggak salah.  Karena merasa malu sama sikap anaknya, sang ayah akhirnya mengundurkan diri dari Jangga.

Tak lama setelah kejadian, ayahnya dinyatakan meninggal dalam kasus tabrak lari. Pelakunya tak lain dan tak bukan adalah anak Presdir Jang yang beberapa waktu lalu berantem sama dia. Makin naik pitamlah  Sae Ro Yi hingga membuat anak Presdir itu harus dirawat beberapa bulan di rumah sakit.

Segala keburukan anaknya ditutupi, Sae Ro Yi dituntut atas perbuatannya. Jadilah dia jadi penghuni hotel prodeo karena ulahnya sendiri. Selama menjalani masa hukuman, rasa dendam dan amarahnya masih belum surut. Dirinya bertekad akan membuat Presdir Jang kapok di kemudian hari.


Selama di penjara, dirinya membaca buku Presdir Jang mengenai bisnis berulang kali. Agar ketika keluar dari sana, dirinya akan langsung bisa mempraktikkan ilmu dari buku itu untuk mengembangkan bisnis. Benar saja, setahun setelah dikeluarkan dari sana, Park Sae Ro Yi berhasil memiliki sebuah bisnis makanan di tengah kota bisnis Seoul, Itaewon, bernama DanBam.

2.      Investasi Jangka Panjang

Roda yang selalu berputar membuat perusahaan Jangga juga bisa goyang. Selangkah lagi menuju kebangkrutan. Saat perusahaan Mister Jang sudah hampir koleps, Park Sae Royi satu-satunya investor yang mau mendonasikan hartanya untuk menopang kerapuhan yang ada. Dari sini, perusahaan Mister Jang bisa bertahan. Lalai, modal investasi ini kelak akan jadi bumerang buat mereka. Biasanya, satu-satunya pemikiran yang ada saat perusahaan di ambang kehancuran adalah menyelamatkannya bagaimanapun caranya.

3.      Bentuk Tim Solid

Saat membuat sebuah bisnis, dibutuhkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Pun dengan niatan Park Sae Ro Yi. Di dalam penjara, dia bertemu dengan salah satu mantan preman yang kemudian menjadi partner dalam bisnisnya. Choi Seung Kwon jadi tameng pada bagian serving makanan.


Ada pula Ma Hyun Yi, seorang transgender yang jadi juru masak di DanBam. Satu lagi ada Jo Yi Seo, sosok selebgram yang digambarkan punya banyak followers, dan pecinta makanan. Dirinya bergabung ke DanBam karena melihat konsep yang menarik dan bisa melihat potensi booming restoran satu ini.

4.      Bisnis adalah tentang Manusia

Bagi Sae Ro Yi, bisnis adalah tentang manusia. Dirinya tak akan menggantikan orang-orang yang sudah memberikan effort-nya kepada DanBam dengan sembarang orang. Tipikal leadar macam ini akan membuat para personilnya segan. Dirinya bahkan tidak underestimate pada Ma Hyun Yi atas statusnya yang seorang transgender. Dirinya mendukung penuh setiap partnernya untuk mengembangkan diri.


Baginya, orang-orang yang sudah percaya padanya adalah kekuatan lain yang akan mampu menjadikan bisnis ini makin berkembang.  Itulah prinsip yang dijalankannya selama mengembangkan DanBam.

5.      Bekerja Keras, Konsisten, dan Inovasi

Kalimat di atas memang klasik. Akan tetapi begitulah faktanya. Bisnis tak hanya berkembang karena produk dan servicenya yang baik saja, melainkan juga ada inovasi dan konsistensi dalam perjalanannya. Awalnya, DanBam cukup saklek. Konsep B aja. Kehadiran Jo Yi Seo di dalam DanBam membuat restoran ini makin menampakkan cantiknya.

Sarannya untuk melakukan perombakan besar-besaran demi datangnya pelanggan cukup membuahkan hasil. Ditambah dengan pesonanya sebagai selebgram dunia maya, membuat restoran ini cepat dikenal melalui media online.


Penjabaran 5 prinsip dasar bisnis di atas merupakan pandangan secara subjektif dari SiMama yaa.. boleh setuju boleh pula enggak. Buat SiMama, drama ini cukup mengesankan. Mungkin agak lambat pada episode awalnya, tetapi cukup menggairahkan untuk episode selanjutnya.

Rasanya tidak menyesal menghabiskan waktu dengan tontonan bermutu yang menambah ilmu. Di samping resfresing, nonton drakor juga jadi sarana belajar hal baru lagi, menimbang dan mengambil ilmu lagi.

Kamu sudah nonton drama ini belum? Gimana kesannya?