SiMama udah cukup lama nonton Itaewon Class. Temanya tentang
bisnis lebih menonjol dibandingkan percintaannya. Saat menonton, mata seolah
dibuka. Bahwasanya, ilmu tentang bisnis ini bisa didapat dari mana saja, termasuk
dari drama satu ini.
Diperankan oleh Park Seo Jun, drama ini cukup banyak menyita
perhatian, bahkan oleh sekelas bisnisman Mardigu Wowiek. Agaknya, drama ini
memang recommended buat ditonton. Selain pemainnya memang sudah kawakan, value
tentang bisnis cukup membuat penontonnya bergumam, “Wah keren banget, iya
banget ini.” setidaknya Simama begitu sih pas nonton sampai ending-nya.
Nah, ini dia rangkuman tentang prinsip dasar berbisnis yang
tertangkap oleh SiMama selama 16 episodenya.
1.
Belajar
dari Ahlinya
Park Sae Ro Yi adalah sosok anak remaja yang dibesarkan oleh
ayah kompeten di perusahaan Jangga. Jangga Corp ini lumayan besar dan punya
cabang di mana-mana. Ayah Park Sae Ro Yi menjadi salah satu pioner yang
mengembangkan Jangga di cabang makanan. Suatu ketika, anaknya Presdir Jangga,
Jang Dae Hee, yang masih sekolah, berantem sama Sae Ro Yi. Mereka emang masih sekelas
dan intrik anak sekolahan terjadi di sini.
Presdir Jang Dae Hee memperkarakan ini dengan mengancam
pemecatan ayahnya. Tapi Park Sae Ro Yi nggak bergeming karena dia merasa nggak
salah. Karena merasa malu sama sikap
anaknya, sang ayah akhirnya mengundurkan diri dari Jangga.
Tak lama setelah kejadian, ayahnya dinyatakan meninggal
dalam kasus tabrak lari. Pelakunya tak lain dan tak bukan adalah anak Presdir
Jang yang beberapa waktu lalu berantem sama dia. Makin naik pitamlah Sae Ro Yi hingga membuat anak Presdir itu
harus dirawat beberapa bulan di rumah sakit.
Segala keburukan anaknya ditutupi, Sae Ro Yi dituntut atas
perbuatannya. Jadilah dia jadi penghuni hotel prodeo karena ulahnya sendiri. Selama
menjalani masa hukuman, rasa dendam dan amarahnya masih belum surut. Dirinya bertekad
akan membuat Presdir Jang kapok di kemudian hari.
Selama di penjara, dirinya membaca buku Presdir Jang mengenai bisnis berulang kali. Agar ketika keluar dari sana, dirinya akan langsung bisa mempraktikkan ilmu dari buku itu untuk mengembangkan bisnis. Benar saja, setahun setelah dikeluarkan dari sana, Park Sae Ro Yi berhasil memiliki sebuah bisnis makanan di tengah kota bisnis Seoul, Itaewon, bernama DanBam.
2.
Investasi
Jangka Panjang
Roda yang selalu berputar membuat perusahaan Jangga juga
bisa goyang. Selangkah lagi menuju kebangkrutan. Saat perusahaan Mister Jang sudah
hampir koleps, Park Sae Royi satu-satunya investor yang mau mendonasikan
hartanya untuk menopang kerapuhan yang ada. Dari sini, perusahaan Mister Jang
bisa bertahan. Lalai, modal investasi ini kelak akan jadi bumerang buat mereka.
Biasanya, satu-satunya pemikiran yang ada saat perusahaan di ambang kehancuran
adalah menyelamatkannya bagaimanapun caranya.
3.
Bentuk
Tim Solid
Saat membuat sebuah bisnis, dibutuhkan orang-orang yang
berkompeten di bidangnya. Pun dengan niatan Park Sae Ro Yi. Di dalam penjara,
dia bertemu dengan salah satu mantan preman yang kemudian menjadi partner dalam
bisnisnya. Choi Seung Kwon jadi tameng pada bagian serving makanan.
Ada pula Ma Hyun Yi, seorang transgender yang jadi juru
masak di DanBam. Satu lagi ada Jo Yi Seo, sosok selebgram yang digambarkan
punya banyak followers, dan pecinta makanan. Dirinya bergabung ke DanBam karena
melihat konsep yang menarik dan bisa melihat potensi booming restoran satu ini.
4.
Bisnis
adalah tentang Manusia
Bagi Sae Ro Yi, bisnis adalah tentang manusia. Dirinya tak
akan menggantikan orang-orang yang sudah memberikan effort-nya kepada DanBam
dengan sembarang orang. Tipikal leadar macam ini akan membuat para personilnya
segan. Dirinya bahkan tidak underestimate pada Ma Hyun Yi atas statusnya yang
seorang transgender. Dirinya mendukung penuh setiap partnernya untuk
mengembangkan diri.
Baginya, orang-orang yang sudah percaya padanya adalah kekuatan lain yang akan mampu menjadikan bisnis ini makin berkembang. Itulah prinsip yang dijalankannya selama mengembangkan DanBam.
5.
Bekerja
Keras, Konsisten, dan Inovasi
Kalimat di atas memang klasik. Akan tetapi begitulah
faktanya. Bisnis tak hanya berkembang karena produk dan servicenya yang baik
saja, melainkan juga ada inovasi dan konsistensi dalam perjalanannya. Awalnya,
DanBam cukup saklek. Konsep B aja. Kehadiran Jo Yi Seo di dalam DanBam membuat
restoran ini makin menampakkan cantiknya.
Sarannya untuk melakukan perombakan besar-besaran demi
datangnya pelanggan cukup membuahkan hasil. Ditambah dengan pesonanya sebagai
selebgram dunia maya, membuat restoran ini cepat dikenal melalui media online.
Penjabaran 5 prinsip dasar bisnis di atas merupakan pandangan secara subjektif dari SiMama yaa.. boleh setuju boleh pula enggak. Buat SiMama, drama ini cukup mengesankan. Mungkin agak lambat pada episode awalnya, tetapi cukup menggairahkan untuk episode selanjutnya.
Rasanya tidak menyesal menghabiskan waktu dengan tontonan
bermutu yang menambah ilmu. Di samping resfresing, nonton drakor juga jadi
sarana belajar hal baru lagi, menimbang dan mengambil ilmu lagi.
Kamu sudah nonton drama ini belum? Gimana kesannya?




