Senin, 07 April 2025

Berjuanglah, Semua orang Punya Limitnya Masing-Masing: Inilah 7 Pesan Baik dalam Drama Twenty Five Twenty One (2521)

Drama satu ini memang cukup ikonik di masanya. Banyak yang menyayangkan ending tokoh utamanya yang tidak bisa bersanding bersama. Hal itulah yang memantik saya untuk menunda-nunda nonton drama ini karena sudah tau bagian endingnya. Berikut deskripsi singkatnya:

Pemain: Nam Joo Hyuk, Kim Tae Ri, Choi Hyun Wook, Bona, Lee Joo Myeong, dll

Durasi: 16 episode, per episode sekitar satu jam

Genre: romantis, young adult



Sejujurnya, saya memaksa diri untuk tetap menonton cerita ini dengan mengabaikan ending yang sudah berlalu lalang di media sosial. Akhirnya, di pertengahan tahun 2023 kemarin saya merampungkannya. Saya agak menyesal karena tidak memutuskan untuk menonton drama ini sejak awal penayangannya dulu karena memang ada banyak hal positif yang bisa diambil dari drama ini. Apa aja, tuh?

Pertama, Percaya pada Kekuatan Mimpi.

Mimpi adalah salah satu mantra paling ajaib untuk seseorang agar tetap bertahan. Mimpi menjadikan Na Hee Do, tokoh utama dalam drakor ini benar-benar ingin menjadi pribadi yang bertumbuh. Dia itu ngefans berat sama atlet anggar Go Yu Rim yang sudah jadi atlet level nasional, sehingga mengupayakan diri untuk bisa berada di level yang sama.

Mimpi Na Hee Do untuk mengalahkan Go Yu Rim awalnya seperti pungguk merindukan bulan. Na Hee Do berusaha semaksimal mungkin agar bisa meraih mimpi itu lebih dekat, meski banyak aral melintang selama perjalanannya.

Kedua, Mewujudkan Mimpi dengan Kerja Keras

Tampaknya, kalimat tersebut terasa klise, ya? Tapi memang tak bisa dipungkiri bahwa mimpi hanya akan sekadar mimpi jika tidak diwujudkan. Kerja keras kerja cerdas, dan mengupayakan semuanya untuk mencapai impian adalah bukti bahwa kita ini bersungguh-sungguh dalam berjuang.

Dalam perjalanannya, pasti ada onak dan duri yang menghadang, tapi hal itu justru akan jadi satu hal yang bisa dijadikan batu loncatan untuk lebih berkembang. Karena kekuatan dan ‘teteg ajeg’ yang kita rasakan, pasti semua terbentuk karena masalah yang bertubi datang.

Ketiga, Bersahabatlah dengan Siapa Saja

Persahabatan Na Hee Do dan Go Yu Rim terjadu karena love-hate relathionship. Keduanya saling mengagumi pada awalnya, kemudian twrjadi percikan kecil yang membuat mereka saling membenci kemudian.

Baek Yi Jin yang dituakan di serial ini, berusaha menjadi penengah dan ikut andil dalam terbentuknya persahabatan Na Hee Do dan Go Yu Rim. Selain itu ada Moon Ji Woong yang sangat mengukai Go Yurim dan Ji Seung Wan, si pintar yang jadi induk semang Baek Yi Jin yang juga menambah keseruan kisah persahabatan di 2521 ini.

Bersahabatlah dengan siapa saja tanpa memilih, tapi tetap harus bisa memilah. Karena karakter dirimu akan terbentuk dari 5 orang di sekitarmu. Jadi kawan yang baik akan membawamu pada kebaikan pula.

Keempat, Pahami Limitmu, Maka Kamu akan Melambung

Saya pribadi adalah seseorang yang menganut prinsip “bola yang bulat sempurna, saat dipental makin kuat, maka akan melambung makin tinggi” dalam hidup. Di dalam drama Twenty Five Twenty One ini, penonton dihadapkan dengan beragam kejadian ketika Na Hee Do dihantam oleh limitnya sendiri.

Mulai dari sekolah yang tidak mendukung keinginannya beranggar, kemudian sang ibu yang tidak mengizinkannya di olahraga ini, permasalahan Na Hee Do dalam fisik, dan lainnya. Beruntung, Na Hee Do ini tipikal karakter yang akan mau memperjuangan apa saja agar dia berada di kondisi terbaiknya. Maka, Na Hee Do mencoba segala cara untuk bisa memahami limitnya, agar dia bisa menampilkan upaya optimal dan performa terbaik.

Perjuangannya dari rangking 33 di tingkat sekolah, berubah jadi satu-satunya atlet yang lolos maju di tingkat nasional adalah hal yang tak bisa diabaikan. Saya pribadi sampai tercengang saat menyaksikan bagaimana kerasnya pengorbanan Na Hee Do demi mencapai langkah ke level nasional. Luar biasa banget!

Kelima, Keluarga adalah Bagian yang Tak Terpisahkan dari Dirimu

Di drama ini, kehangatan yang tercipta dalam sebuah keluarga cukup terasa. Ibu Na Hee Do yang seorang penyiar jelas punya kesibukan di atas rata-rata ibu kantoran biasanya. Hal ini membuat perhatiannya pada sang anak benar-benar terkikis, bahkan saat suaminya meninggal dunia, dia memilih untuk bekerja dan tak mendatangi lokasi kematian sang suami.

Sikap sang ibu tersebut membuat Na Hee Do menaruh dendam kesumat pada sang ibu, meski secara teknis dia tak bisa membencinya. Na Hee Do sempat ingin kabur dari rumah, tapi pada akhirnya dia kembali lagi. Na Hee Do masih menganggap ibunya sebagai satu-satunya keluarga yang dijadikan tempat berpulang, meski dirinya pun merasa muak dengan sikap ibunya.

Di sisi lain, Baek Yi Jin juga punya memori tersendiri tentang keluarganya. Sang ayah yang bangkrut dan terbelit utang, jelas menjadi salah satu kendala tersendiri bagi Baek Yi Jin dalam menjalani kehidupannya di masa datang. Seorang anak dengan sendok emas, tiba-tiba berubah jadi anak pengusaha yang nggak punya apa-apa tentu bak roaller coaster dalam hidupnya. Hal ini sedikit banyak mengubah pola pikir Yi Jin dalam menyikapi hidup.

Dari dua tokoh utama di drama ini, saya pribadi mengambil kesimpulan bahwa keluarga adalah salah satu bagian yang tak terpisahkan dari diri seseorang. Baik dan buruknya keluarga adalah bak dua mata sisi uang yang saling melengkapi satu sama lain.

Keenam, Kisah Cinta Romantis tapi Tragis

Diberi judul 2521 karena kisah ini dimulai sejak usia Baek Yi Jin di angka 25 tahun dan Na Hee Do berusia 21 tahun. Kisah mereka dimulai dari pertamanan biasa, kemudian mengembangkan perasaan menjadi sepasang kekasih. Jika hanya fokus pada kisah cinta saja, penonton akan merasakan juga bagaimana kondisi dan situasi yang sulit membuat kisah cinta keduanya tidak berkembang dengan baik.

Na Hee Do mulai pelatihan di pelatnas untuk kompetisi anggar, sedangkan Baek Yi Jin dipercaya untuk meliput serangan bom di New York pada 9/11 yang booming itu. Di satu sisi, Na Hee Do tak ingin terus menunggu seperti saat ia menunggu kehadiran ibunya di pemakaman sang ayah, di sisi lain, dia sadar betul tentang posisinya dan Baek Yi Jin memang sedang tidak bisa bersama.

Dua orang yang harus bersikap dewasa karena tuntutan keadaan, menjadi salah satu poin utama yang jadi akibat kandasnya hubungan mereka. Namun, jika penonton mau menelisik lebih dalam, justru hubungan keduanya ini memantik pandangan baru tentang pentingnya responsibility, pengertian, dan pemahaman pasangan.

Bahwa semua hal mungkin tak bisa berjalan sesuai dengan harapan, tetapi jika kita mau berdamai dengan masa lalu, tentu kenangan manis itu tak akan menguap begitu saja. Justru, ending yang disajikan malah terkesan sangat normal, real, dan bisa dimengerti secara keseluruhan.

Ketujuh, Pelajaran tentang Proses Bertumbuh yang Naluriah

"Saat kamu kehilangan sesuatu yg berharga, selalu yakini bahwa mungkin saja ada hal-hal luar biasa yg akan menanti di depan sana. Mungkin kamu sedih dan kecewa saat itu terjadi, tapi semua akan baik-baik saja saat sudah dijalani." Itulah pesan tersirat yang saya tangkap dari 2521 episode 15.

Itu adalah saat Go Yu Rim memutuskan untuk mrlepaskan kewarganegaraan Korea demi menyelamatkan kehidupan keluarganya. Hujatan dan cemooh datang padanya, tapi semua teman-teman baiknya bisa mengerti dan memberikan dukungan moril pada Go Yu Rim.

Drama 2521 menjadi salah satu drama favorit saya untuk sebuah persembahan cerita transformasi yang smooth, tidak dipaksakan, dan penonton dapat merasakan relate saat menontonnya. Ada sebab-akibat yang logis dalam setiap adegan yang terjadi, termasuk untuk hubungan Na Hee Do dan Baek Yi Jin. Dengan demikian, drama ini menutup kisahnya dengan sesuatu yang sangat lumrah, manusiawi, dan berterima secara akal (meski banyak orang tak menyukainya).

Drama Korea termasuk salah satu jenis tontonan yang punya valuetersendiri yang ingin disampaikan. Terlepas dari genre yang diusung oleh masing-masing judul dan channel-nya, drama Korea bisa jadi salah satu rujukan untuk menelaah alur cerita, meramu konflik, dan lainnya, jika kamu adalah seorang penulis.

Saya pribadi banyak mendapatkan insight baik setelah menonton drakor, bahkan beberapa kali melakukan riset novel dari sumber drakor. Karena saya tahu bahwa para sineas Negeri Ginseng itu selalu totalitas dalam mengolah drama, maka, drama Korea juga bisa jadi pilihanmu untuk healing, sekaligus riset. Mantap, bukan?

Ada yang udah nonton drama ini juga? Sharing yuk ke kolkom.


Minggu, 23 Februari 2025

Ulasan Film Jepang “Confessions”: Betapa Peran Ibu Sangat Penting! Keberadaannya Menjadi Kekuatan untuk Anak-Anaknya.

Ibu. Dia adalah salah satu sosok yang berperan besar dalam hidup seseorang. Tanpa ibu, kehadiran diri menjadi tak akan berarti. Betapa pentingnya peran ibu dikulik dengan cukup gelap dalam film Jepang berjudul Confessions. Di sini, saya akan membahas dari sudut pandang dari tiga sosok ibu yang dihadirkan dalam film bergenre thriller satu ini. Betapa sosok ibu adalah salah satu tiang penentu sebuah generasi, sehingga tindakannya akan sangat berpengaruh pada perkembangan anak secara menyeluruh. Siap menyimak?


Identitas Film

Judul film : Confessions (Kokuhaku - Pengakuan)

Adaptasi : Novel Confession karya Kanae Minato

Pemain : Takako Matsu sebagai Yuko Moriguchi

Masaki Okada sebagai Yoshiteru Terada

Yoshino Kimura sebagai Yuko Shimomura

Yukito Nishii sebagai Shuya Watanabe

Kaoru Fujiwara sebagai Naoki Shimomura

Ai Hashimoto sebagai Mizuki Kitahara

Mana Ashida sebagai Manami Moriguchi

Durasi film : 106 menit - sekitar 1,5 jam

Tahun rilis : 2010



Sinopsis Film

Cerita dibuka dengan berpamitannya seorang guru, yakni Bu Moriguchi kepada murid-muridnya karena hendak mengundurkan diri. Pada mulanya, narasi sang guru tak terlalu diperhatikan muridnya, tetapi ruang kelas tiba-tiba senyap ketika sang guru menyinggung tentang kematian putrinya pada beberapa waktu sebelumnya. Bu Moriguchi mencurigai ada dua orang murid yang menjadi pemicu kematian anaknya di kolam renang sekolah. Hal itu karena Manami, putri sang guru, mendapati adanya dompet kecil berbentuk kelinci di sekitar lokasi kejadian, padahal seharusnya dompet itu tidak ada.


Ada dua murid yang dicurigai, murid A - Shuya Watanabe, dan murid B - Naoki Shimamura. Keduanya dianggap bersekongkol untuk membunuh Manami dengan cara yang tidak dapat dibayangkan oleh anak-anak seusia mereka, yakni siswa SMP.


Di sisi lain, jika memang pelakunya memang benar ada dalam kelas tersebut, mereka tak perlu khawatir akan dihukum karena masih di bawah umur. Ada UU Perlindungan Anak yang justru akan melindungi mereka sekalipun berbuat kejahatan, bahkan sampai kehilangan nyawa.

Dari kejadian tersebut, sang guru berusaha untuk memberi pelajaran kepada murid-muridnya untuk memberikan efek jera. Apa saja tindakan yang dilakukannya? Teman-teman perlu menonton sendiri untuk mendapatkan sensasi penasaran dan terkaget-kaget dengan twist yang ditawarkan dalam film ini.


Peran Ibu dalam Film Confessions

Alih-alih membahas alur, konflik, dan hal-hal yang membumbui film ini sehingga dapat menyabet banyak penghargaan, saya akan fokus mengulik tentang peran ibu yang menjadi akar konflik semua hal yang dilakukan anak-anak dalam cerita di dalamnya. Saya akan membahas tiga sosok ibu dalam film ini. Siapa saja?


Pertama, tokoh utama dalam film ini, Yuko Moriguchi.

Seorang ibu yang kehilangan anaknya tentu menjadi sosok yang sangat patah hati. Rasa cintanya pada Manami membuat semua cerita dalam film ini bergerak dengan sangat intens. Kecurigaannya pada beberapa hal terkait kematian anaknya membawanya pada satu fakta yang mengejutkan. Namun, hukuman untuk anak-anak di bawah umur tak bisa dilakukan mengingat UU Perlindungan Anak menjadi perisai atas kejahatan murid-muridnya.


Ia adalah definisi sosok ibu yang berupaya mencari keadilan, tetapi hukum yang menjadi penghambatnya. Oleh karena itu, dia melakukan tindak balas dendam dengan menguliti sisi psikologis murid-muridnya. Hal ini terkesan kejam, tetapi juga bisa dimengerti, mengingat para polisi tidak bisa memberikan hukuman setimpal pada pelaku yang menewaskan putri semata wayangnya.


Kedua, ibunda Naoki Shimomura.

Wanita yang menjadi sosok ibunda Shimomura adalah definisi ibu pelindung yang sesungguhnya. Jiwa malaikatnya cukup kuat, sehingga proteksinya kepada Shimomura tampak pada sepanjang cerita. Dia adalah tipikal ibu yang tak mau membuat susah anaknya, berusaha untuk memaksimalkan kasih sayangnya, meski justru terkesan berlebihan.


Shimomura yang merasa depresi setelah kejadian kematian Manami, memilih lebih sering mengurung diri di rumah, tidak mau bersekolah. Guru baru pengganti Bu Moriguchi sampai harus mendatangi rumahnya beberapa kali untuk membujuk. Namun, tidak menghasilkan apapun. Justru sikap ibunya malah membuat sang anak makin merasa terpojok dan disalahkan.


Ketiga, ibunda Shuya Watanabe.

Selain Naoki Shimamoru, Shuya Watanabe sebagai murid pintar di sekolah, terutama di kelas Bu Moriguchi juga menjadi sorotan tersendiri. Kehidupannya sebagai siswa yang sangat terobsesi pada sains menjadi poin penting yang jadi bagian alur dalam cerita di film ini. Rupanya, hal ini tak lepas dari peran sang ibu yang digambarkan sebagai sosok yang cerdas, sehingga gen kecerdasan itu menurun kepada anaknya.


Sayangnya, ibunda Watanabe memilih untuk meninggalkan anaknya demi meraih impiannya yang sempat tertunda karena menikah dan melahirkan. Wanita itu meninggalkan semua buku-buku ‘harta karun’ miliknya kepada sang anak, sehingga Watanabe benar-benar tumbuh jadi anak yang pintar, namun kosong hatinya. Dia berusaha untuk  berprestasi agar ibunya kembali. Dia berusaha menarik perhatian seluruh dunia, dengan maksud suatu saat ibunya pun akan melihatnya dari berita televisi atau koran. Sayangnya, semua usahanya itu justru menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Semuanya hanya berakhir dengan kesia-sian belaka.


Dari film ini, saya melihat sisi yang lain dari peran para ibu. Mungkin karena saya pribadi adalah seorang ibu, maka pemikiran tentang betapa pentingnya keberadaan ibu sebagai salah satu aspek yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Anak-anak yang tumbuh dengan cinta dari ibunya, tentu akan punya mindset yang baik tentang hidup. Berbeda dengan anak-anak yang tidak dipenuhi cinta dari ibunya, mereka limbung dan kehilangan arah dalam melangkah.


Keunggulan Cerita Confessions

Bagi saya pribadi, cerita Confessions ini merupakan cerita dengan kritik sosial yang sangat kentara, terkait dengan paradoks yang mengikat antara kejahatan anak di bawah umur yang berbenturan dengan UU Perlindungan Anak. Dalam sepanjang alurnya, cerita Confessions diramu dengan sangat apik, cinematografy yang tampak ‘gelap’, serta sound effect yang semakin membuat penonton akan merasakan ketidaknyamanan emosional ketika menyaksikannya. Tak heran bila film ini akhirnya meraup banyak penghargaan.


Confessions menjabarkan tentang cara balas dendam paling menyakitkan untuk pelaku kejahatan di bawah umur agar tidak bermain-main dengan nyawa seseorang. Serangan psikologis Bu Moriguchi benar-benar mengguncang jiwa dan perasaan Watanabe dan Shimamura tanpa harus ‘menyentuh’ mereka. Keren!


Closing Statement

Film adalah sarana berkarya dan mengekspresikan pemikiran. Dalam hal ini, pesan dalam film juga tak ubahnya pesan dalam buku yang disampaikan penulis. Film Confessions termasuk salah satu karya penceritaan berupa gambar bergerak yang tak hanya menampilkan sisi menghibur, melainkan juga pesan tersirat dan tersurat di dalamnya. Saya memutuskan menonton film ini setelah dapat rekomendasi dari beberapa teman pada beberapa waktu lalu. Setelah menyaksikannya, ada banyak kelebat terkait peran ibu, maka dari sanalah saya menulis ulasan ini.


Ada yang sudah nonton juga? Yuk sharing ke kolom komentar! []


Banjarnegara, 23 Februari 2025