Minggu, 15 Februari 2026

Cinta yang Dewasa: Can This Love Be Translated adalah Manifestasi Kisah Rom-Com Drama Korea yang Realistis

Mengisahkan tentang seorang aktris yang baru naik daun dan seorang penerjemah, perasaan cinta yang terbangun antara Cha Muhee (Go Youn Jung) dan Joo Hojin (Kim Seonho) mulai menghasilkan titik temu. Kayaknya, kisah mereka diawali kebetulan-kebetulan saja. Namun, sebagai penonton, saya pribadi nggak bisa bilang kalau pertemuan mereka hanya sebuah kebetulan. Dari sisi cerita, itu adalah bagian dari romansa yang didukung semesta, karena memang pada akhirnya, jodoh akan bertemu jua bagaimanapun cara dan sebabnya.




°Poin Rom-Com Apa Saja yang Ada dalam Can This Love Be Translated?


Karena saya pribadi kurang fasih soal cerita rom-com, maka saya pun googling untuk memastikan bahwa kisah ini memang masuk genre romance comedy. Untuk itu, berikut saya jabarkan beberapa hal yang membuat ceirta ini memang bagian dari rom-com yang nyaman untuk terus diikuti. Apa saja?


Pertama, Punya Peran Utama yang Menawan (Loveable Leads).


Tokoh utama pria adalah Kim Seon Ho yang memerankan karakter Joo Hojin, seorang penerjemah bahasa. Di sini, peran Hojin adalah menerjemahkan bahasa lain di luar Korea. Sebelum bertemu sosok Cha Mu Hee (diperankan oleh Go Youn Jong), seorang aktris, Jo Hoojin adalah penerjemah novel untuk pamannya yang seorang penulis. 


Joo Hojin digambarkan sebagai pria muda yang pintar beberapa bahasa, tapi punya sikap yang dingin, mudah ragu, tidak percaya diri. Hal itu terlihat sejak episode pertama yang menyoroti kisahnya yang memendam cinta untuk seorang wanita tanpa pernah mengungkapkannya.


Cha Muhee digambarkan sebagai perempuan tangguh yang punya masa lalu kelam, punya citra buruk dalam sebuah hubungan, dan cenderung menutup diri untuk hal-hal baru. Hal itu rupanya terjadi akibat masa lalu kelam yang menghantuinya sepanjang waktu.


Kedua, Meet Cute (Pertemuan Unik).


Pertemuan pertama yang terjadi antara dua tokoh utama dalam cerita ini saat keduanya berada di Jepang. Dengan maksud dan tujuan masing-masing, keduanya akhirnya terlibat dalam pembicaraan yang intens dan saling membantu satu sama lain. Saat itu, Hojin baru tahu bahwa Muhee adalah seorang aktris yang sedang naik daun, tapi belum terlalu terkenal. Muhee pun menganggap pertemuan dengan strangers di Jepang tidak akan berpengaruh pada karirnya, sehingga dia pun mengatakan rahasianya secara terang-terangan.


Ketiga, Ada Ketegangan dan Konflik Romantis


Beberapa tahun berselang, Muhee makin terkenal karena perannya yang iconic, serta adanya insiden yang membuatnya mendapat perhatian publik. Namun, di sisi lain, ketenaran itu juga mulai merenggut privasi Muhee, sehingga ada perasaan tertekan yang tak bisa dijelaskan. Ada ketengangan, rasa canggung, perasaan yang tertahan, sehingga keduanya tidak benar-benar menyatakan saling suka karena adanya penghalang situasi dan kondisi.


Keempat, Humor yang Sesuai Tone (Witty Banter/Slapstick)


Salah satu poin humor yang saya nikmati adalah OST drama yang mendukung. Selain itu, situasi saat Dorami mendominasi tubuh Muhee juga bisa menjadi side kick point dalam yang semakin menambah variasi dari plot yang disajikan.


Kelima, Chemistry yang Kuat


Baik Kim Seonho dan Go Youn Jong punya kesamaan yang saling melengkapi dalam membawakan karakter mereka sebagai sepasang kekasih. Keduanya punya chemistry yang menggugah, dimulai dari gestur, tatapan, dan interaksi yang terasa klik sebagai dua orang yang sedang jatuh cinta. Kesalahpahaman hubungan mereka pun dirajut dengan sangat natural, sehingga saat para tokohnya merasa kecewa, itupun tersampaikan dengan sangat baik kepada penonton.


Keenam, Akhir yang Bahagia


Happy ending adalah salah satu ciri khas dari kisah rom-com yang paling umum. Akhir kisah bahagia juga terjadi dalam drama satu ini. Dengan konflik fluktuatif yang terjadi dalam sepanjang episode awal, akhir kisah yang manis menutup episode 12 tanpa pertanyaan yang berarti.


Ketujuh, Tema yang Ringan


Betul, temanya ringan. Kisah cinta dua manusia yang bertemu di Jepang, kemudian berlanjut ke Korea dan negara-negara lainnya. Premisnya umum, tapi eksekusinya cukup menarik sebagai cerita romance comedy.


Penulis naskah cukup lihai meramu cerita yang “biasa” menjadi sesuatu yang tidak biasa. Meski tidak ada konflik lain di luar tokoh utamanya, cerita Can This Love Be Translated tetap bisa menunjukkan sajian yang on point dan fokus pada dua tokoh utama di dalamnya.


Hanya satu saja poin romcom yang tidak terpenuhi, yakni kawan atau peran pendukung yag sama-sama konyolnya. Dalam ceritanya, Cha Mu Hee tidak punya kawan yang dekat, karena dia tumbuh sendirian dan langsung terjun menjadi aktris tanpa backingan, sedangkan Joo Ho Jin pun tidak punya latar belakang yang mengharuskan dia untuk punya banyak teman.


Demikianlah, cerita ini termasuk fresh tanpa ada tambahan premis khas drakor yakni “bertemu teman masa kecil” yang sangat klise. Bagi penonton drakor kawakan macam saya, pasti notice ini kalau nonton drama satu ini, deh. Ceritanya ringan, ada semi cantolan mental health juga dari tokoh Dorami, yang justru menambah keunikan cerita ini.


Teman-teman sudah nonton atau belum? Kita gibahin bareng di kolom komentar, yuk!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar