Kamis, 26 Februari 2026

Taken: Manifestasi Pembuktian Cinta Seorang Ayah yang Termaktub dalam Tindakan Nyata Penyelamatan Woman Trafficing

Beberapa hari belakangan, aku lagi baca novel yang bergenre urban Thriller. Nah, aku penasaran kalau genre ini ada di film, kira-kira eksekusinya seperti apa, ya? Tanyalah aku ke meta AI, kemudian dikasih rekomendasi film Hollywood berjudul Taken. Film ini dimainkan oleh Liam Neeson, yang kemudian ngebranding diri sebagai aktor action setelah filmnya booming.



Yaps. Ini memang film lama, tahun 2008, tapi cukup melegakan rasa penasaranku soal cerita urban thriller di ranah sinema. Urban thriller sendiri adalah cerita tentang kehidupan perkotaan yang dibungkus dengan kisah thriller yang menegangkan di dalamnya.


Premisnya, penyelamatan sang ayah, Bryan, atas insiden woman trafficking yang menimpa anak semata wayangnya. Nah, si ayah ini memang mantan agen CIA yang akhirnya keluar dari pekerjaannya karena ingin lebih dekat dengan anaknya. Semasa kecil, dia sering meninggalkan anaknya, Kimmy, jadi untuk menebus rasa bersalahnya, dia berencana mengajak anaknya quality time.


Sesaat setelah ulang tahun ke 17, Kimmy meminta izin untuk jalan-jalan ke luar negeri berdua dengan temannya. Mereka tinggal di California, ingin pergi ke Paris. Pada awalnya, Bryan tidak setuju karena banyak hal yang menjadi pemicunya, di antaranya bahwa Paris terkenal sebagai salah satu kota kejahatan. Namun, karena didesak oleh mantan istrinya, Lenore, agar diizinkan, Bryan pun mengizinkan.


Fakta tujuan mereka hendak ikut konser U2 sepanjang Eropa baru diketahui Bryan setelah sampai bandara. Hal itu jelas membuatnya makin blingsatan memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi kepada putrinya. Benar saja, setelah sampai di Paris, kedua perempuan bersahabat itu justru diculik. Here we go, petualangan Bryan dimulai.


Misi Penyelamatan Heroik Sang Ayah


Oke, pada bagian ini, aku bakalan banyak spoiler, nih. Jadi, kalau teman-teman belum nonton dan berminat untuk menjadikan film ini sebagai tontonan akhir pekan, bisa skip aja, yaa. But, if you want to read this, its okay tho.


Pertama: Langsung nyusul anaknya ke Paris


Karena domisili asli mereka ada di California, Bryan akhirnya menyusul Kimmy karena saat ditelepon, dia langsung mendapati anaknya jadi korban penculikan. Basic pengetahuannya sebagai CIA membuat pencarian sang anak lewat kawan-kawannya bisa menjadi batu loncatan agar Kimmy segera ditemukan. Di Paris, dia langsung mendatangi lokasi tempat menginap anaknya, kemudian mencari tahu kemungkinan sosok yang sedang berurusan dengannya. Dengan menelusuri lokasi tersebut, ia berharap bisa menemukan petunjuk lainnya dari TKP penculikan.


Kedua: Minta Bantuan Teman Sejawat


Langkah selanjutnya, dia mencoba untuk meminta bantuan dari temannya yang sedang bertugas di Paris, tetapi permintaan itu ditolak mentah-mentah. Hal itu justru membuatnya berubah jadi buronan karena dianggap akan menggoyangkan  pemerintahan. Konon, sindikat penculikan dan woman traficcing tersebut juga punya backingan dari pemerintahan setempat, sehingga sulit sekali untuk ditemukan solusinya. Fakta itu, pada awalnya membuat Bryan hampir putus asa, meski pada akhirnya dia tetap berusaha untuk menemukan putrinya lebih cepat.


Ketiga: Berhasil Menemukan Tangan Pertama si Penculik


Bryan hanya punya waktu 96 jam untuk bisa menemukan putrinya jika ingin Kimmy kembali dalam keadaan utuh. Oleh karena itu, dia berusaha melacak si penjahat dengan meneror kawannya agar mau buka mulut soal sindikat tersebut dengan lebih detail. Beberapa informasi berharga berhasil ia dapatkan, sehingga Bryan berhasil menemukan tangan pertama si penculik. 


Ternyata, dia masih belum menemukan Kimmy, tetapi mendapati Amanda, teman Kimmy ada di sana. Rupanya, dia menemukan fakta lain bahwa sindikat ini juga mencekoki korbannya dengan narkoba agar mereka lebih mudah dijinakkan. Hal ini semakin membuat Bryan merasa harus segera menemukan putrinya sebelum semuanya terlambat.


Keempat: Berhasil Melacak Bos Penjahat yang Jadi Otak Penculikan


Dengan petunjuk yang diberikan salah satu korban di tempat pertama dari syal milik anaknya, Bryan berhasil menemukan lokasi berbeda tempat Kim disembunyikan. Di sini, Bryan juga menemukan otak utama di balik kejahatan masif yang dilakukan di Paris selama ini. Dari sanalah, dia akhirnya bisa menemukan Kimmy meski dengan penuh perjuangan. Teman-teman bisa langsung menonton sendiri untuk merasakan atmosfer tegang yang tercipta dalam alurnya.


Kelima: Menemukan Sang Anak Sebelum Diselundupkan ke Kapal


Kimmy berhasil diselamatkan, kemudian kembali ke California bersama sang ayah dengan penuh rasa syukur. Kimmy merasa sangat berterima kasih kepada sang ayah karena mau mengusahakan untuk menemukan dirinya sebelum terlibat dengan sindikat tersebut lebih jauh.


**Apa itu Cinta? 


Ada beberapa value tentang cinta yang bisa dipetik dari kisah ini. Dilihat dari beberapa sudut pandang, penonton akan bisa merasakannya sepanjang cerita. Apa saja? Check this out!


Pertama, cinta murni ayah yang hendak melindungi anaknya.


Bryan menjadi sosok paling nyata yang membuktikan bahwa dia sangat menyayangi anaknya, melakukan apapun untuk melindungi buah hati semata wayangnya itu. Dia berusaha sekuat tenaga agar Kimmy bisa diselamatkan sebelum terlambat. Hasilnya, sikap tegas dan kemauannya yang kuat itu mampu jadi pendongkrak di luar nalar untuk menemukan Kimmy bagaimanapun caranya.


Kedua, cinta dan penghormatan sang anak setelah diselamatkan ayahnya.


Sebagai anak yang diselamatkan, Kimmy pun menjadi makin sadar bahwa ayahnya benar-benar menjadikannya prioritas. Pada mulanya, ia menganggap bahwa sikap ayahnya yang protektif justru akan mengekang. Namun, pada akhirnya, Kimmy pun mengetahui bahwa hal itu juga dimaksudkan untuk tujuan kebaikan dirinya sendiri.


Ketiga, respectfull dari ibu Kimmy kepada mantan suaminya.


Fyi, kedua orang tua Kimmy sudah bercerai. Lenore, sang ibu, sudah menikah lagi. Saat Lenore mengetahui bahwa anaknya sedang diculik, dia pun langsung meminta tolong mantan suaminya agar menyelamatkan anak mereka. Dia tak lagi merasa gengsi atau keras kepala karena hal itu tidak akan membantu mereka untuk menyelamatkan Kimmy. Lenore berusaha untuk respectful kepada mantan suaminya, dan tidak memberikan intervensi yang tidak perlu. Hal ini menjadi salah satu hal yang cukup baik untuk perkembangan hubungan keduanya yang sempat bersitegang karena konflik dan perbedaan pendapat.


The last but not least, film ini memantik kesadaran penonton (khususnya aku pribadi) agar lebih menghargai segala hal di sekitar kita: baik lingkungan, sudut pandang, hingga orang-orang di dalamnya termasuk keluarga. Film ini memberikan insight positif tentang pentingnya melindungi sesuatu yang berharga, sekaligus menjadi pengingat bahwa keluarga adalah salah satu harga yang tidak akan bisa terganti oleh apapun di dunia.


Apa kalian setuju? Yuk sharing ke kolom komentar!


Minggu, 15 Februari 2026

Cinta yang Dewasa: Can This Love Be Translated adalah Manifestasi Kisah Rom-Com Drama Korea yang Realistis

Mengisahkan tentang seorang aktris yang baru naik daun dan seorang penerjemah, perasaan cinta yang terbangun antara Cha Muhee (Go Youn Jung) dan Joo Hojin (Kim Seonho) mulai menghasilkan titik temu. Kayaknya, kisah mereka diawali kebetulan-kebetulan saja. Namun, sebagai penonton, saya pribadi nggak bisa bilang kalau pertemuan mereka hanya sebuah kebetulan. Dari sisi cerita, itu adalah bagian dari romansa yang didukung semesta, karena memang pada akhirnya, jodoh akan bertemu jua bagaimanapun cara dan sebabnya.




°Poin Rom-Com Apa Saja yang Ada dalam Can This Love Be Translated?


Karena saya pribadi kurang fasih soal cerita rom-com, maka saya pun googling untuk memastikan bahwa kisah ini memang masuk genre romance comedy. Untuk itu, berikut saya jabarkan beberapa hal yang membuat ceirta ini memang bagian dari rom-com yang nyaman untuk terus diikuti. Apa saja?


Pertama, Punya Peran Utama yang Menawan (Loveable Leads).


Tokoh utama pria adalah Kim Seon Ho yang memerankan karakter Joo Hojin, seorang penerjemah bahasa. Di sini, peran Hojin adalah menerjemahkan bahasa lain di luar Korea. Sebelum bertemu sosok Cha Mu Hee (diperankan oleh Go Youn Jong), seorang aktris, Jo Hoojin adalah penerjemah novel untuk pamannya yang seorang penulis. 


Joo Hojin digambarkan sebagai pria muda yang pintar beberapa bahasa, tapi punya sikap yang dingin, mudah ragu, tidak percaya diri. Hal itu terlihat sejak episode pertama yang menyoroti kisahnya yang memendam cinta untuk seorang wanita tanpa pernah mengungkapkannya.


Cha Muhee digambarkan sebagai perempuan tangguh yang punya masa lalu kelam, punya citra buruk dalam sebuah hubungan, dan cenderung menutup diri untuk hal-hal baru. Hal itu rupanya terjadi akibat masa lalu kelam yang menghantuinya sepanjang waktu.


Kedua, Meet Cute (Pertemuan Unik).


Pertemuan pertama yang terjadi antara dua tokoh utama dalam cerita ini saat keduanya berada di Jepang. Dengan maksud dan tujuan masing-masing, keduanya akhirnya terlibat dalam pembicaraan yang intens dan saling membantu satu sama lain. Saat itu, Hojin baru tahu bahwa Muhee adalah seorang aktris yang sedang naik daun, tapi belum terlalu terkenal. Muhee pun menganggap pertemuan dengan strangers di Jepang tidak akan berpengaruh pada karirnya, sehingga dia pun mengatakan rahasianya secara terang-terangan.


Ketiga, Ada Ketegangan dan Konflik Romantis


Beberapa tahun berselang, Muhee makin terkenal karena perannya yang iconic, serta adanya insiden yang membuatnya mendapat perhatian publik. Namun, di sisi lain, ketenaran itu juga mulai merenggut privasi Muhee, sehingga ada perasaan tertekan yang tak bisa dijelaskan. Ada ketengangan, rasa canggung, perasaan yang tertahan, sehingga keduanya tidak benar-benar menyatakan saling suka karena adanya penghalang situasi dan kondisi.


Keempat, Humor yang Sesuai Tone (Witty Banter/Slapstick)


Salah satu poin humor yang saya nikmati adalah OST drama yang mendukung. Selain itu, situasi saat Dorami mendominasi tubuh Muhee juga bisa menjadi side kick point dalam yang semakin menambah variasi dari plot yang disajikan.


Kelima, Chemistry yang Kuat


Baik Kim Seonho dan Go Youn Jong punya kesamaan yang saling melengkapi dalam membawakan karakter mereka sebagai sepasang kekasih. Keduanya punya chemistry yang menggugah, dimulai dari gestur, tatapan, dan interaksi yang terasa klik sebagai dua orang yang sedang jatuh cinta. Kesalahpahaman hubungan mereka pun dirajut dengan sangat natural, sehingga saat para tokohnya merasa kecewa, itupun tersampaikan dengan sangat baik kepada penonton.


Keenam, Akhir yang Bahagia


Happy ending adalah salah satu ciri khas dari kisah rom-com yang paling umum. Akhir kisah bahagia juga terjadi dalam drama satu ini. Dengan konflik fluktuatif yang terjadi dalam sepanjang episode awal, akhir kisah yang manis menutup episode 12 tanpa pertanyaan yang berarti.


Ketujuh, Tema yang Ringan


Betul, temanya ringan. Kisah cinta dua manusia yang bertemu di Jepang, kemudian berlanjut ke Korea dan negara-negara lainnya. Premisnya umum, tapi eksekusinya cukup menarik sebagai cerita romance comedy.


Penulis naskah cukup lihai meramu cerita yang “biasa” menjadi sesuatu yang tidak biasa. Meski tidak ada konflik lain di luar tokoh utamanya, cerita Can This Love Be Translated tetap bisa menunjukkan sajian yang on point dan fokus pada dua tokoh utama di dalamnya.


Hanya satu saja poin romcom yang tidak terpenuhi, yakni kawan atau peran pendukung yag sama-sama konyolnya. Dalam ceritanya, Cha Mu Hee tidak punya kawan yang dekat, karena dia tumbuh sendirian dan langsung terjun menjadi aktris tanpa backingan, sedangkan Joo Ho Jin pun tidak punya latar belakang yang mengharuskan dia untuk punya banyak teman.


Demikianlah, cerita ini termasuk fresh tanpa ada tambahan premis khas drakor yakni “bertemu teman masa kecil” yang sangat klise. Bagi penonton drakor kawakan macam saya, pasti notice ini kalau nonton drama satu ini, deh. Ceritanya ringan, ada semi cantolan mental health juga dari tokoh Dorami, yang justru menambah keunikan cerita ini.


Teman-teman sudah nonton atau belum? Kita gibahin bareng di kolom komentar, yuk!


Jumat, 06 Februari 2026

5 Kesalahan Fatal Parenting yang Bisa Dipetik dari Drama Korea Love Next Door

Drama Korea Love Next Door dibintangi oleh pemeran utama Jung So Min dan Jung Hae In. Premis utamanya adalah teman masa kecil, jatuh cinta, jadian, begitulah kira-kira konsep yang terbayang pada mulanya. Namun, rupanya, cerita yang terbangun di dalamnya jauh lebih kompleks dari ekpektasi awalku.


Awalnya, aku hanya mengira bahwa di dalamnya  hanya kisah cinta biasa, tapi rupanya setelah menonton aku mendapat “one kick conflict” yang berkaitan dengan parenting dalam drama ini. Konfliknya pun tampak sangat fluktuatif untuk tiap episode, sehingga tanpa sadar menontonnya terus menerus setelah satu episode berakhir.


Sebelum mulai, aku jabarkan dulu beberapa tokoh yang akan jadi pembahasan dalam drama ini. Kisah dimulai dari persahabatan empat emak-emak kompleks yang heboh dan saling merangkul satu sama lain: Park Ji Young sebagai Na Misuk (Mamanya Baek Seok Ryu, diperankan Jung Somin) Kim Geun Soon sebagai Do Jaesuk (mamanya Jeong Mo eum yang diperankan oleh Kim Ji Eun), kemudian ada Jang Young Nam yang punya nama peran Seo Hye Suk sebagai mamanya Choi Seung Hyo yang diperankan oleh Jung Hae In.





Nah, alih-alih membahas alur dan konflik, pada review kali ini, aku mau bahas parenting dari dua tokoh utama yang jadi ujung tombak cerita ini. Aku sajikan 5 kesalahan fatal parenting orang tua kepada anak di bawah ini. Yuk disimak.


Pertama, Jangan Beri Ruang kepada Anak


Tidak memberi ruang kepada anak adalah salah hal fatal dalam parenting yang perlu dihindari. Ketika kedua orang tua Bae Seok Ryu terlalu membanggakan sang anak, hal itu menjadi sebuah beban mental untuk selalu bisa berprestasi dan tidak mengecewakan kedua orang tuanya. Seok Ryu tumbuh sebagai gadis sulung yang harus menelan pil pahit rasa sepi dan pengorbanan, karena dia diterima bekerja di luar negeri. Di satu sisi, kedua orang tuanya merasa mendapat prestise dan merasa harga dirinya diangkat. Namun, di sisi lain, sang anak menjadi sosok yang “tidak bisa mengeluhkan keadaan dan rasa sakit” karena merasa harus terlihat tangguh di hadapan orang tuanya.


Kedua, Tinggalkan Anak, Biarkan Dia Merasa Kesepian


Meninggalkan anak demi harga diri juga bukan hal yang tepat dilakukan orang tua, terutama ibu. Seo Hye Suk meninggalkan Seung Hyo sedari kecil karena pekerjaannya sebagai diplomat, memberikan luka tak terlihat yang akan terus menganga di hati anaknya. Anak yang merasa kesepian itu harus dirawat oleh sahabatnya sekaligus tetangganya dengan alasan tanggung jawab. Meski merasa punya “ibu sambung” yang super baik, tetapi Seung Hyo tetaplah anak kecil yang selalu merindukan ibunya,  meski ada jarak besar yang membuat hubungan keduanya terasa canggung dan asing selama beberapa episode pertama.


Ketiga, Jangan Libatkan Anak dalam Membuat Keputusan


Jika menurut orang tua, anak-anak hanyalah anak-anak tanpa tahu apa-apa, mereka salah besar. Anak akan mengerti saat orang tua memberikan pengertian dan pemahaman. Maka, kesalahan fatal untuk mengabaikan pendapat anak adalah hal yang harus dihindari. Apalagi saat kedua orang tua Seung Hyo merasa harus berpisah setelah sekian lama bertengkar. Hati anak akan merasa patah dan tak dihargai.


Keempat, Batasi Impian Anak, Dia Tidak akan Berkembang


Kekang saja anak-anak karena menganggap dunia luar terlalu menakutkan. Hal itu jelas akan membuat anak merasa rendah diri dan tidak berkembang. Padahal orang tua yang bijak seharusnya bisa mengerti terkait impian dan keinginan anak. Tugas orang tua hanya mengingatkan, memberikan opsi agar tidak salah melangkah, kemudian biarkan mereka terbang. Itulah yang bisa dijadikan contoh dari ibunya Mo Eum. Anak gadisnya diizinkan jadi paramedis di damkar, diizinkan untuk pergi ke luar negeri untuk menjelajah, tidak pernah melarang dan terus memberi dukungan terbaiknya.


Anak-anak juga perlu belajar dari rasa gagal, tidak berhasil, dan tidak berdaya. Perasaan itu akan membentuk mereka menjadi anak yang tangguh dan tidak mudah menyerah pada mimpi. Dengan demikian, meraka bisa menebarkan manfaat yang lebih luas, tidak terkungkung oleh langkah dan aturan orang tua yang mengikat mereka dalam jeruji kekhawatiran.


Kelima, Bandingkan Anak Satu dengan Lainnya, agar Mereka Tumbuh tanpa Harga Diri


Baek Sok Ryu memang punya saudara lelaki yang berjarak 13 bulan darinya, Bae Dong Jin. Kedua orang tua mereka kerap membandingkan satu sama lain, sehingga hal itu menjadi cikal bakal dendam yang mungkin bisa menjerumuskan. Namun, khusus untuk kasus kedua kakak beradik ini, mereka hanya bertengkar di mulut saja. Hati mereka jelas saling menyayangi satu sama lain. Mereka saling support, saling menasihati, saling jadi tempat bersandar.


Keduanya tumbuh dengan harga diri yang besar, berprinsip, dan punya tekad kuat. Itulah yang jadi salah satu contoh baik pola parenting kedua orang tua Baek Sok Ryu yang bisa diteladani. Hal ini bukan tanpa alasan, karena mereka pun adalah figur pasangan yang cukup baik dalam komunikasi dan bisa mengerti keadaan. Hal itu jadi satu pondasi yang baik dalam membesarkan anak dalam balutan cinta yang utuh.


***



Drama Love Next Door memang bukan drama thriller yang penuh intrik dengan sajian plot twist sebagaimana kisah drakor detektif. Namun, kisah yang tersaji dalam drama ini cukup punya pondasi kuat untuk genre slice of life, ditambah dengan bumbu konflik antar teman, orang tua dan anak, bahkan sebagai pasangan. Drama Love Next Door kuanggap komplit secara estetika cerita, tidak ada villain orang ketiga yang membuat geregetan, melainkan hanya sekadar masalah-masalah klasik sebuah relationship yang hampir semua orang bisa mengalaminya.


Drama ini bisa jadi healing akhir pekan yang menyenangkan, karena terasa related dengan kehidupan sehari-hari. Dari drama ini, kamu tak hanya akan terhibur secara visual, melainkan juga konten cerita yang menarik untuk dikulik lebih lanjut.


Apakah kamu sudah nonton? Yuk sharing ke kolom komentar, yaa.


[]


Banjarnegara, 06 Februari 2026




Senin, 07 April 2025

Berjuanglah, Semua orang Punya Limitnya Masing-Masing: Inilah 7 Pesan Baik dalam Drama Twenty Five Twenty One (2521)

Drama satu ini memang cukup ikonik di masanya. Banyak yang menyayangkan ending tokoh utamanya yang tidak bisa bersanding bersama. Hal itulah yang memantik saya untuk menunda-nunda nonton drama ini karena sudah tau bagian endingnya. Berikut deskripsi singkatnya:

Pemain: Nam Joo Hyuk, Kim Tae Ri, Choi Hyun Wook, Bona, Lee Joo Myeong, dll

Durasi: 16 episode, per episode sekitar satu jam

Genre: romantis, young adult



Sejujurnya, saya memaksa diri untuk tetap menonton cerita ini dengan mengabaikan ending yang sudah berlalu lalang di media sosial. Akhirnya, di pertengahan tahun 2023 kemarin saya merampungkannya. Saya agak menyesal karena tidak memutuskan untuk menonton drama ini sejak awal penayangannya dulu karena memang ada banyak hal positif yang bisa diambil dari drama ini. Apa aja, tuh?

Pertama, Percaya pada Kekuatan Mimpi.

Mimpi adalah salah satu mantra paling ajaib untuk seseorang agar tetap bertahan. Mimpi menjadikan Na Hee Do, tokoh utama dalam drakor ini benar-benar ingin menjadi pribadi yang bertumbuh. Dia itu ngefans berat sama atlet anggar Go Yu Rim yang sudah jadi atlet level nasional, sehingga mengupayakan diri untuk bisa berada di level yang sama.

Mimpi Na Hee Do untuk mengalahkan Go Yu Rim awalnya seperti pungguk merindukan bulan. Na Hee Do berusaha semaksimal mungkin agar bisa meraih mimpi itu lebih dekat, meski banyak aral melintang selama perjalanannya.

Kedua, Mewujudkan Mimpi dengan Kerja Keras

Tampaknya, kalimat tersebut terasa klise, ya? Tapi memang tak bisa dipungkiri bahwa mimpi hanya akan sekadar mimpi jika tidak diwujudkan. Kerja keras kerja cerdas, dan mengupayakan semuanya untuk mencapai impian adalah bukti bahwa kita ini bersungguh-sungguh dalam berjuang.

Dalam perjalanannya, pasti ada onak dan duri yang menghadang, tapi hal itu justru akan jadi satu hal yang bisa dijadikan batu loncatan untuk lebih berkembang. Karena kekuatan dan ‘teteg ajeg’ yang kita rasakan, pasti semua terbentuk karena masalah yang bertubi datang.

Ketiga, Bersahabatlah dengan Siapa Saja

Persahabatan Na Hee Do dan Go Yu Rim terjadu karena love-hate relathionship. Keduanya saling mengagumi pada awalnya, kemudian twrjadi percikan kecil yang membuat mereka saling membenci kemudian.

Baek Yi Jin yang dituakan di serial ini, berusaha menjadi penengah dan ikut andil dalam terbentuknya persahabatan Na Hee Do dan Go Yu Rim. Selain itu ada Moon Ji Woong yang sangat mengukai Go Yurim dan Ji Seung Wan, si pintar yang jadi induk semang Baek Yi Jin yang juga menambah keseruan kisah persahabatan di 2521 ini.

Bersahabatlah dengan siapa saja tanpa memilih, tapi tetap harus bisa memilah. Karena karakter dirimu akan terbentuk dari 5 orang di sekitarmu. Jadi kawan yang baik akan membawamu pada kebaikan pula.

Keempat, Pahami Limitmu, Maka Kamu akan Melambung

Saya pribadi adalah seseorang yang menganut prinsip “bola yang bulat sempurna, saat dipental makin kuat, maka akan melambung makin tinggi” dalam hidup. Di dalam drama Twenty Five Twenty One ini, penonton dihadapkan dengan beragam kejadian ketika Na Hee Do dihantam oleh limitnya sendiri.

Mulai dari sekolah yang tidak mendukung keinginannya beranggar, kemudian sang ibu yang tidak mengizinkannya di olahraga ini, permasalahan Na Hee Do dalam fisik, dan lainnya. Beruntung, Na Hee Do ini tipikal karakter yang akan mau memperjuangan apa saja agar dia berada di kondisi terbaiknya. Maka, Na Hee Do mencoba segala cara untuk bisa memahami limitnya, agar dia bisa menampilkan upaya optimal dan performa terbaik.

Perjuangannya dari rangking 33 di tingkat sekolah, berubah jadi satu-satunya atlet yang lolos maju di tingkat nasional adalah hal yang tak bisa diabaikan. Saya pribadi sampai tercengang saat menyaksikan bagaimana kerasnya pengorbanan Na Hee Do demi mencapai langkah ke level nasional. Luar biasa banget!

Kelima, Keluarga adalah Bagian yang Tak Terpisahkan dari Dirimu

Di drama ini, kehangatan yang tercipta dalam sebuah keluarga cukup terasa. Ibu Na Hee Do yang seorang penyiar jelas punya kesibukan di atas rata-rata ibu kantoran biasanya. Hal ini membuat perhatiannya pada sang anak benar-benar terkikis, bahkan saat suaminya meninggal dunia, dia memilih untuk bekerja dan tak mendatangi lokasi kematian sang suami.

Sikap sang ibu tersebut membuat Na Hee Do menaruh dendam kesumat pada sang ibu, meski secara teknis dia tak bisa membencinya. Na Hee Do sempat ingin kabur dari rumah, tapi pada akhirnya dia kembali lagi. Na Hee Do masih menganggap ibunya sebagai satu-satunya keluarga yang dijadikan tempat berpulang, meski dirinya pun merasa muak dengan sikap ibunya.

Di sisi lain, Baek Yi Jin juga punya memori tersendiri tentang keluarganya. Sang ayah yang bangkrut dan terbelit utang, jelas menjadi salah satu kendala tersendiri bagi Baek Yi Jin dalam menjalani kehidupannya di masa datang. Seorang anak dengan sendok emas, tiba-tiba berubah jadi anak pengusaha yang nggak punya apa-apa tentu bak roaller coaster dalam hidupnya. Hal ini sedikit banyak mengubah pola pikir Yi Jin dalam menyikapi hidup.

Dari dua tokoh utama di drama ini, saya pribadi mengambil kesimpulan bahwa keluarga adalah salah satu bagian yang tak terpisahkan dari diri seseorang. Baik dan buruknya keluarga adalah bak dua mata sisi uang yang saling melengkapi satu sama lain.

Keenam, Kisah Cinta Romantis tapi Tragis

Diberi judul 2521 karena kisah ini dimulai sejak usia Baek Yi Jin di angka 25 tahun dan Na Hee Do berusia 21 tahun. Kisah mereka dimulai dari pertamanan biasa, kemudian mengembangkan perasaan menjadi sepasang kekasih. Jika hanya fokus pada kisah cinta saja, penonton akan merasakan juga bagaimana kondisi dan situasi yang sulit membuat kisah cinta keduanya tidak berkembang dengan baik.

Na Hee Do mulai pelatihan di pelatnas untuk kompetisi anggar, sedangkan Baek Yi Jin dipercaya untuk meliput serangan bom di New York pada 9/11 yang booming itu. Di satu sisi, Na Hee Do tak ingin terus menunggu seperti saat ia menunggu kehadiran ibunya di pemakaman sang ayah, di sisi lain, dia sadar betul tentang posisinya dan Baek Yi Jin memang sedang tidak bisa bersama.

Dua orang yang harus bersikap dewasa karena tuntutan keadaan, menjadi salah satu poin utama yang jadi akibat kandasnya hubungan mereka. Namun, jika penonton mau menelisik lebih dalam, justru hubungan keduanya ini memantik pandangan baru tentang pentingnya responsibility, pengertian, dan pemahaman pasangan.

Bahwa semua hal mungkin tak bisa berjalan sesuai dengan harapan, tetapi jika kita mau berdamai dengan masa lalu, tentu kenangan manis itu tak akan menguap begitu saja. Justru, ending yang disajikan malah terkesan sangat normal, real, dan bisa dimengerti secara keseluruhan.

Ketujuh, Pelajaran tentang Proses Bertumbuh yang Naluriah

"Saat kamu kehilangan sesuatu yg berharga, selalu yakini bahwa mungkin saja ada hal-hal luar biasa yg akan menanti di depan sana. Mungkin kamu sedih dan kecewa saat itu terjadi, tapi semua akan baik-baik saja saat sudah dijalani." Itulah pesan tersirat yang saya tangkap dari 2521 episode 15.

Itu adalah saat Go Yu Rim memutuskan untuk mrlepaskan kewarganegaraan Korea demi menyelamatkan kehidupan keluarganya. Hujatan dan cemooh datang padanya, tapi semua teman-teman baiknya bisa mengerti dan memberikan dukungan moril pada Go Yu Rim.

Drama 2521 menjadi salah satu drama favorit saya untuk sebuah persembahan cerita transformasi yang smooth, tidak dipaksakan, dan penonton dapat merasakan relate saat menontonnya. Ada sebab-akibat yang logis dalam setiap adegan yang terjadi, termasuk untuk hubungan Na Hee Do dan Baek Yi Jin. Dengan demikian, drama ini menutup kisahnya dengan sesuatu yang sangat lumrah, manusiawi, dan berterima secara akal (meski banyak orang tak menyukainya).

Drama Korea termasuk salah satu jenis tontonan yang punya valuetersendiri yang ingin disampaikan. Terlepas dari genre yang diusung oleh masing-masing judul dan channel-nya, drama Korea bisa jadi salah satu rujukan untuk menelaah alur cerita, meramu konflik, dan lainnya, jika kamu adalah seorang penulis.

Saya pribadi banyak mendapatkan insight baik setelah menonton drakor, bahkan beberapa kali melakukan riset novel dari sumber drakor. Karena saya tahu bahwa para sineas Negeri Ginseng itu selalu totalitas dalam mengolah drama, maka, drama Korea juga bisa jadi pilihanmu untuk healing, sekaligus riset. Mantap, bukan?

Ada yang udah nonton drama ini juga? Sharing yuk ke kolkom.


Minggu, 23 Februari 2025

Ulasan Film Jepang “Confessions”: Betapa Peran Ibu Sangat Penting! Keberadaannya Menjadi Kekuatan untuk Anak-Anaknya.

Ibu. Dia adalah salah satu sosok yang berperan besar dalam hidup seseorang. Tanpa ibu, kehadiran diri menjadi tak akan berarti. Betapa pentingnya peran ibu dikulik dengan cukup gelap dalam film Jepang berjudul Confessions. Di sini, saya akan membahas dari sudut pandang dari tiga sosok ibu yang dihadirkan dalam film bergenre thriller satu ini. Betapa sosok ibu adalah salah satu tiang penentu sebuah generasi, sehingga tindakannya akan sangat berpengaruh pada perkembangan anak secara menyeluruh. Siap menyimak?


Identitas Film

Judul film : Confessions (Kokuhaku - Pengakuan)

Adaptasi : Novel Confession karya Kanae Minato

Pemain : Takako Matsu sebagai Yuko Moriguchi

Masaki Okada sebagai Yoshiteru Terada

Yoshino Kimura sebagai Yuko Shimomura

Yukito Nishii sebagai Shuya Watanabe

Kaoru Fujiwara sebagai Naoki Shimomura

Ai Hashimoto sebagai Mizuki Kitahara

Mana Ashida sebagai Manami Moriguchi

Durasi film : 106 menit - sekitar 1,5 jam

Tahun rilis : 2010



Sinopsis Film

Cerita dibuka dengan berpamitannya seorang guru, yakni Bu Moriguchi kepada murid-muridnya karena hendak mengundurkan diri. Pada mulanya, narasi sang guru tak terlalu diperhatikan muridnya, tetapi ruang kelas tiba-tiba senyap ketika sang guru menyinggung tentang kematian putrinya pada beberapa waktu sebelumnya. Bu Moriguchi mencurigai ada dua orang murid yang menjadi pemicu kematian anaknya di kolam renang sekolah. Hal itu karena Manami, putri sang guru, mendapati adanya dompet kecil berbentuk kelinci di sekitar lokasi kejadian, padahal seharusnya dompet itu tidak ada.


Ada dua murid yang dicurigai, murid A - Shuya Watanabe, dan murid B - Naoki Shimamura. Keduanya dianggap bersekongkol untuk membunuh Manami dengan cara yang tidak dapat dibayangkan oleh anak-anak seusia mereka, yakni siswa SMP.


Di sisi lain, jika memang pelakunya memang benar ada dalam kelas tersebut, mereka tak perlu khawatir akan dihukum karena masih di bawah umur. Ada UU Perlindungan Anak yang justru akan melindungi mereka sekalipun berbuat kejahatan, bahkan sampai kehilangan nyawa.

Dari kejadian tersebut, sang guru berusaha untuk memberi pelajaran kepada murid-muridnya untuk memberikan efek jera. Apa saja tindakan yang dilakukannya? Teman-teman perlu menonton sendiri untuk mendapatkan sensasi penasaran dan terkaget-kaget dengan twist yang ditawarkan dalam film ini.


Peran Ibu dalam Film Confessions

Alih-alih membahas alur, konflik, dan hal-hal yang membumbui film ini sehingga dapat menyabet banyak penghargaan, saya akan fokus mengulik tentang peran ibu yang menjadi akar konflik semua hal yang dilakukan anak-anak dalam cerita di dalamnya. Saya akan membahas tiga sosok ibu dalam film ini. Siapa saja?


Pertama, tokoh utama dalam film ini, Yuko Moriguchi.

Seorang ibu yang kehilangan anaknya tentu menjadi sosok yang sangat patah hati. Rasa cintanya pada Manami membuat semua cerita dalam film ini bergerak dengan sangat intens. Kecurigaannya pada beberapa hal terkait kematian anaknya membawanya pada satu fakta yang mengejutkan. Namun, hukuman untuk anak-anak di bawah umur tak bisa dilakukan mengingat UU Perlindungan Anak menjadi perisai atas kejahatan murid-muridnya.


Ia adalah definisi sosok ibu yang berupaya mencari keadilan, tetapi hukum yang menjadi penghambatnya. Oleh karena itu, dia melakukan tindak balas dendam dengan menguliti sisi psikologis murid-muridnya. Hal ini terkesan kejam, tetapi juga bisa dimengerti, mengingat para polisi tidak bisa memberikan hukuman setimpal pada pelaku yang menewaskan putri semata wayangnya.


Kedua, ibunda Naoki Shimomura.

Wanita yang menjadi sosok ibunda Shimomura adalah definisi ibu pelindung yang sesungguhnya. Jiwa malaikatnya cukup kuat, sehingga proteksinya kepada Shimomura tampak pada sepanjang cerita. Dia adalah tipikal ibu yang tak mau membuat susah anaknya, berusaha untuk memaksimalkan kasih sayangnya, meski justru terkesan berlebihan.


Shimomura yang merasa depresi setelah kejadian kematian Manami, memilih lebih sering mengurung diri di rumah, tidak mau bersekolah. Guru baru pengganti Bu Moriguchi sampai harus mendatangi rumahnya beberapa kali untuk membujuk. Namun, tidak menghasilkan apapun. Justru sikap ibunya malah membuat sang anak makin merasa terpojok dan disalahkan.


Ketiga, ibunda Shuya Watanabe.

Selain Naoki Shimamoru, Shuya Watanabe sebagai murid pintar di sekolah, terutama di kelas Bu Moriguchi juga menjadi sorotan tersendiri. Kehidupannya sebagai siswa yang sangat terobsesi pada sains menjadi poin penting yang jadi bagian alur dalam cerita di film ini. Rupanya, hal ini tak lepas dari peran sang ibu yang digambarkan sebagai sosok yang cerdas, sehingga gen kecerdasan itu menurun kepada anaknya.


Sayangnya, ibunda Watanabe memilih untuk meninggalkan anaknya demi meraih impiannya yang sempat tertunda karena menikah dan melahirkan. Wanita itu meninggalkan semua buku-buku ‘harta karun’ miliknya kepada sang anak, sehingga Watanabe benar-benar tumbuh jadi anak yang pintar, namun kosong hatinya. Dia berusaha untuk  berprestasi agar ibunya kembali. Dia berusaha menarik perhatian seluruh dunia, dengan maksud suatu saat ibunya pun akan melihatnya dari berita televisi atau koran. Sayangnya, semua usahanya itu justru menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Semuanya hanya berakhir dengan kesia-sian belaka.


Dari film ini, saya melihat sisi yang lain dari peran para ibu. Mungkin karena saya pribadi adalah seorang ibu, maka pemikiran tentang betapa pentingnya keberadaan ibu sebagai salah satu aspek yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Anak-anak yang tumbuh dengan cinta dari ibunya, tentu akan punya mindset yang baik tentang hidup. Berbeda dengan anak-anak yang tidak dipenuhi cinta dari ibunya, mereka limbung dan kehilangan arah dalam melangkah.


Keunggulan Cerita Confessions

Bagi saya pribadi, cerita Confessions ini merupakan cerita dengan kritik sosial yang sangat kentara, terkait dengan paradoks yang mengikat antara kejahatan anak di bawah umur yang berbenturan dengan UU Perlindungan Anak. Dalam sepanjang alurnya, cerita Confessions diramu dengan sangat apik, cinematografy yang tampak ‘gelap’, serta sound effect yang semakin membuat penonton akan merasakan ketidaknyamanan emosional ketika menyaksikannya. Tak heran bila film ini akhirnya meraup banyak penghargaan.


Confessions menjabarkan tentang cara balas dendam paling menyakitkan untuk pelaku kejahatan di bawah umur agar tidak bermain-main dengan nyawa seseorang. Serangan psikologis Bu Moriguchi benar-benar mengguncang jiwa dan perasaan Watanabe dan Shimamura tanpa harus ‘menyentuh’ mereka. Keren!


Closing Statement

Film adalah sarana berkarya dan mengekspresikan pemikiran. Dalam hal ini, pesan dalam film juga tak ubahnya pesan dalam buku yang disampaikan penulis. Film Confessions termasuk salah satu karya penceritaan berupa gambar bergerak yang tak hanya menampilkan sisi menghibur, melainkan juga pesan tersirat dan tersurat di dalamnya. Saya memutuskan menonton film ini setelah dapat rekomendasi dari beberapa teman pada beberapa waktu lalu. Setelah menyaksikannya, ada banyak kelebat terkait peran ibu, maka dari sanalah saya menulis ulasan ini.


Ada yang sudah nonton juga? Yuk sharing ke kolom komentar! []


Banjarnegara, 23 Februari 2025


Minggu, 24 Desember 2023

Representasi Tindak Bully dari Drama The King of Pigs

Mengangkat tema bully sebagai pondasi sajian cerita dalam drakor bukanlah hal yang baru. Sebelum menonton The King of Pigs, saya menemukan beberapa tema dan genre yang membahas tentang bully sebagai salah satu benang merah cerita, meski bukan tumpuan utama. 



Sebut saja series School (School 2013, School 2015, School 2017 hingga School 2021) sangat kental dengan nuansa "penindasan ala sekolah". Di tahun 2022 lalu, The Glory yang diperankan Song Hye Kyo juga menarik perhatian publik karena kisah bully di sekolah yang membuat sang tokoh berusaha membalas dendam dengan cantik.

Drama The King of Pigs ini juga memberikan gambaran tentang betapa gelapnya dunia pendidikan Korea Selatan yang banyak didominasi oleh bully-ing antar sesama siswa, bahkan juga oleh guru. Sesuai dengan beberapa kata ikonik yang tengah viral beberapa waktu terakhir bahwa “Lo punya duit, lo punya kuasa”, hal itu juga terbukti dengan keberadaan tokoh-tokoh di dalamnya.

Beberapa fakta menarik tentang bully-ing di sekolah, khususnya di Negeri Ginseng, rupanya tak hanya ada dalam drama. Bulan Juli lalu, kabar heboh dari dunia pendidikan Korea tentang seorang guru yang terpaksa harus mengakhiri hidup dengan bunuh diri karena tak sanggup menengahi pelaku bully dan korbannya, menjadi bagian dari daftar panjang kelamnya pendidikan di Negeri Ginseng tersebut. 

Tak mengherankan, bila sineas di Korea cukup concern untuk bisa menyampaikan amanat baik dari beragam fakta yang terjadi di negara tersebut. Kemasan beritanya pun bervariasi, sehingga penonton pun akan lebih mudah untuk aware berdasarkan tontonan yang disajikan, termasuk dalam drama King of Pigs.

Apa saja hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran dari kisah bully-ing dalam drama yang menjadikan Kim Dong Wook sebagai pemeran utamanya tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

1. Tindak Bully dalam berbagai versi

Perundungan yang terjadi di Korea memang telah ada sejak dahulu kala. Namun, produksi drama dan film yang mengedepankan tindak bully memang tidak se-booming beberapa waktu terakhir. Era tahun 2013 ke bawah, produksi drama masih didominasi dengan kisah Cinderella Story dan romance komedi yang membuat terpingkal.

Perkembangan genre dalam drama Korea mulai punya banyak pilihan sejak pertengahan tahun 2014 mengusung thriller, detektif, horror, dan lainnya. Tema-tema tentang perundungan juga mulai dibuka, meski belum segamblang drakor The King of Pigs yang jadi pembahasan utama kali ini.

Dalam drama ini, penonton akan disuguhi beragam jenis perundungan di sekolah, mulai dari pelecehan seksual, bully-an secara verbal, hingga kekerasan. Di sekolah Hwang Kyung Min, sang tokoh utama, adalah sekolah setara SMP yang berada di salah satu kota di Korea. 

Di sekolah ini merupakan sekolah khusus laki-laki, sehingga tidak terdapat siswa perempuan di dalamnya. Namun, pelecehan seksual tetap terjadi ketika Hwang Kyung Min diminta untuk menunjukkan alat kelaminnya di toilet sekolah. Belum lagi, latar belakang siswa menjadi salah satu alasan bully merajalela di sekolah.

Terdapat 12 episode di dalamnya, pesan tersirat yang bisa diambil dari episode awal drama ini kurang lebih begini: jika kamu berasal dari keluarga ekonomi rendah, maka kamu akan jadi sasaran empuk perundungan. 

Betapa kelas ekonomi seseorang di Negeri Ginseng benar-benar menjadi strata paling nyata untuk menghindarkan diri dari perundungan. Jika kamu di-bully, maka sebaiknya tak turut campur untuk menengahi atau membela korban bully, karena kamu pun bisa menjadi sasaran bully selanjutnya.

2. Oknum Guru yang Tidak Melindungi Siswanya

Guru yang diharapkan bisa menjadi orang tua sambung di sekolah, tampaknya tak bisa banyak membantu. Jajaran guru di sekolah pun tak bisa berbuat banyak ketika para petinggi yang menjadi wali siswa telah “berbicara” melalui suap. Orang-orang besar yang memiliki kuasa lebih, rupanya dapat menyetir guru dan membiarkan putranya bertindak semena-mena di sekolah.

Oknum guru di sekolah tidak bisa melakukan pembelaan pada korban bully karena desakan dan tekanan dari berbagai pihak yang lebih berkuasa. Hal ini menjadi sebuah fakta yang tak bisa ditampik bahwa oknum guru di sekolah tidak dapat melindungi siswa yang lemah secara lebih bijak.

3. Balas Dendam ketika Dewasa

Masa sekolah yang dianggap sebagai “masa lemah” siswa, ternyata menyimpan luka bully yang begitu mendalam untuk korbannya. Dendam itu mengakar, sehingga memungkinkan korban bully untuk membalas dendamnya saat telah dewasa. Balas dendam yang dilakukan Hwang Kyung Min pun memang telah direncanakan secara detail dan terperinci.

4. Trauma yang Membekas pada Korban Bully

Tak dapat dipungkiri bahwa kasus bully dan pelecehan menjadi salah satu fenomena yang akan memberikan trauma mendalam untuk para korban. Pada level yang ringan, ingatan tentang bully ini akan kembali tertangkap jika ada pemicu yang datang. Pada level yang lebih berat, korban bully dan pelecehan dapat bertindak di luar nalar, hingga memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan berbagai cara. 

Dalam drama ini, rasa trauma yang terjadi pada Hwang Kyung Min sebagai korban bully kawan-kawannya semasa SMP dikisahkan memiliki dampak psikologis yang cukup berat. Sang tokoh utama ini akhirnya memutuskan untuk membalas dendam dengan membunuh pembully-nya satu persatu saat ia telah dewasa, sehingga rasa kesumat dalam dirinya dapat tersalurkan.

Negara +62 sendiri termasuk ke dalam salah satu negara dengan tingkat bully tertinggi di dunia. Pada tahun 2022 lalu, saya mendapati fakta ini dari podcast yang digelar Deddy Corbuzier dan Cinta Laura yang membahas tentang pendidikan di negeri tercinta. Pembahasan tentang perundungan anak, tak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah, menjadikan bully-ing sebagai salah satu tindakan yang perlu diwaspadai bersama.

Kemerdekaan Indonesia telah menginjak tahun ke 78. Maka, seharusnya, kemerdekaan ini juga mencakup segala lini, termasuk merdeka dari rasa tidak nyaman dan penindasan di kalangan sekolah maupun lingkungan sehari-hari.

Menjadikan tontonan sebagai bahan tuntunan dan evaluasi para pemirsanya, tentu menjadi salah satu tujuan produksi film dan drama. Dengan hadirnya beberapa poin penting terkait bully dalam drama The King of Pigs, diharapkan bisa menjadi salah satu langkah kita untuk lebih mawas diri dan lebih memperhatikan lingkungan dengan lebih baik dari sebelumnya.

Apakah Anda sudah menonton drama ini? Jika belum, Anda bisa menjadikan drakor satu ini sebagai salah satu pilihan tontonan untuk mengisi akhir pekan.

Rabu, 25 November 2020

5 Prinsip Dasar Berbisnis Ala Itaewon Class


SiMama udah cukup lama nonton Itaewon Class. Temanya tentang bisnis lebih menonjol dibandingkan percintaannya. Saat menonton, mata seolah dibuka. Bahwasanya, ilmu tentang bisnis ini bisa didapat dari mana saja, termasuk dari drama satu ini.

Diperankan oleh Park Seo Jun, drama ini cukup banyak menyita perhatian, bahkan oleh sekelas bisnisman Mardigu Wowiek. Agaknya, drama ini memang recommended buat ditonton. Selain pemainnya memang sudah kawakan, value tentang bisnis cukup membuat penontonnya bergumam, “Wah keren banget, iya banget ini.” setidaknya Simama begitu sih pas nonton sampai ending-nya.

Nah, ini dia rangkuman tentang prinsip dasar berbisnis yang tertangkap oleh SiMama selama 16 episodenya.

1.      Belajar dari Ahlinya

Park Sae Ro Yi adalah sosok anak remaja yang dibesarkan oleh ayah kompeten di perusahaan Jangga. Jangga Corp ini lumayan besar dan punya cabang di mana-mana. Ayah Park Sae Ro Yi menjadi salah satu pioner yang mengembangkan Jangga di cabang makanan. Suatu ketika, anaknya Presdir Jangga, Jang Dae Hee, yang masih sekolah, berantem sama Sae Ro Yi. Mereka emang masih sekelas dan intrik anak sekolahan terjadi di sini.

Presdir Jang Dae Hee memperkarakan ini dengan mengancam pemecatan ayahnya. Tapi Park Sae Ro Yi nggak bergeming karena dia merasa nggak salah.  Karena merasa malu sama sikap anaknya, sang ayah akhirnya mengundurkan diri dari Jangga.

Tak lama setelah kejadian, ayahnya dinyatakan meninggal dalam kasus tabrak lari. Pelakunya tak lain dan tak bukan adalah anak Presdir Jang yang beberapa waktu lalu berantem sama dia. Makin naik pitamlah  Sae Ro Yi hingga membuat anak Presdir itu harus dirawat beberapa bulan di rumah sakit.

Segala keburukan anaknya ditutupi, Sae Ro Yi dituntut atas perbuatannya. Jadilah dia jadi penghuni hotel prodeo karena ulahnya sendiri. Selama menjalani masa hukuman, rasa dendam dan amarahnya masih belum surut. Dirinya bertekad akan membuat Presdir Jang kapok di kemudian hari.


Selama di penjara, dirinya membaca buku Presdir Jang mengenai bisnis berulang kali. Agar ketika keluar dari sana, dirinya akan langsung bisa mempraktikkan ilmu dari buku itu untuk mengembangkan bisnis. Benar saja, setahun setelah dikeluarkan dari sana, Park Sae Ro Yi berhasil memiliki sebuah bisnis makanan di tengah kota bisnis Seoul, Itaewon, bernama DanBam.

2.      Investasi Jangka Panjang

Roda yang selalu berputar membuat perusahaan Jangga juga bisa goyang. Selangkah lagi menuju kebangkrutan. Saat perusahaan Mister Jang sudah hampir koleps, Park Sae Royi satu-satunya investor yang mau mendonasikan hartanya untuk menopang kerapuhan yang ada. Dari sini, perusahaan Mister Jang bisa bertahan. Lalai, modal investasi ini kelak akan jadi bumerang buat mereka. Biasanya, satu-satunya pemikiran yang ada saat perusahaan di ambang kehancuran adalah menyelamatkannya bagaimanapun caranya.

3.      Bentuk Tim Solid

Saat membuat sebuah bisnis, dibutuhkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Pun dengan niatan Park Sae Ro Yi. Di dalam penjara, dia bertemu dengan salah satu mantan preman yang kemudian menjadi partner dalam bisnisnya. Choi Seung Kwon jadi tameng pada bagian serving makanan.


Ada pula Ma Hyun Yi, seorang transgender yang jadi juru masak di DanBam. Satu lagi ada Jo Yi Seo, sosok selebgram yang digambarkan punya banyak followers, dan pecinta makanan. Dirinya bergabung ke DanBam karena melihat konsep yang menarik dan bisa melihat potensi booming restoran satu ini.

4.      Bisnis adalah tentang Manusia

Bagi Sae Ro Yi, bisnis adalah tentang manusia. Dirinya tak akan menggantikan orang-orang yang sudah memberikan effort-nya kepada DanBam dengan sembarang orang. Tipikal leadar macam ini akan membuat para personilnya segan. Dirinya bahkan tidak underestimate pada Ma Hyun Yi atas statusnya yang seorang transgender. Dirinya mendukung penuh setiap partnernya untuk mengembangkan diri.


Baginya, orang-orang yang sudah percaya padanya adalah kekuatan lain yang akan mampu menjadikan bisnis ini makin berkembang.  Itulah prinsip yang dijalankannya selama mengembangkan DanBam.

5.      Bekerja Keras, Konsisten, dan Inovasi

Kalimat di atas memang klasik. Akan tetapi begitulah faktanya. Bisnis tak hanya berkembang karena produk dan servicenya yang baik saja, melainkan juga ada inovasi dan konsistensi dalam perjalanannya. Awalnya, DanBam cukup saklek. Konsep B aja. Kehadiran Jo Yi Seo di dalam DanBam membuat restoran ini makin menampakkan cantiknya.

Sarannya untuk melakukan perombakan besar-besaran demi datangnya pelanggan cukup membuahkan hasil. Ditambah dengan pesonanya sebagai selebgram dunia maya, membuat restoran ini cepat dikenal melalui media online.


Penjabaran 5 prinsip dasar bisnis di atas merupakan pandangan secara subjektif dari SiMama yaa.. boleh setuju boleh pula enggak. Buat SiMama, drama ini cukup mengesankan. Mungkin agak lambat pada episode awalnya, tetapi cukup menggairahkan untuk episode selanjutnya.

Rasanya tidak menyesal menghabiskan waktu dengan tontonan bermutu yang menambah ilmu. Di samping resfresing, nonton drakor juga jadi sarana belajar hal baru lagi, menimbang dan mengambil ilmu lagi.

Kamu sudah nonton drama ini belum? Gimana kesannya?