Beberapa hari belakangan, aku lagi baca novel yang bergenre urban Thriller. Nah, aku penasaran kalau genre ini ada di film, kira-kira eksekusinya seperti apa, ya? Tanyalah aku ke meta AI, kemudian dikasih rekomendasi film Hollywood berjudul Taken. Film ini dimainkan oleh Liam Neeson, yang kemudian ngebranding diri sebagai aktor action setelah filmnya booming.
Yaps. Ini memang film lama, tahun 2008, tapi cukup melegakan rasa penasaranku soal cerita urban thriller di ranah sinema. Urban thriller sendiri adalah cerita tentang kehidupan perkotaan yang dibungkus dengan kisah thriller yang menegangkan di dalamnya.
Premisnya, penyelamatan sang ayah, Bryan, atas insiden woman trafficking yang menimpa anak semata wayangnya. Nah, si ayah ini memang mantan agen CIA yang akhirnya keluar dari pekerjaannya karena ingin lebih dekat dengan anaknya. Semasa kecil, dia sering meninggalkan anaknya, Kimmy, jadi untuk menebus rasa bersalahnya, dia berencana mengajak anaknya quality time.
Sesaat setelah ulang tahun ke 17, Kimmy meminta izin untuk jalan-jalan ke luar negeri berdua dengan temannya. Mereka tinggal di California, ingin pergi ke Paris. Pada awalnya, Bryan tidak setuju karena banyak hal yang menjadi pemicunya, di antaranya bahwa Paris terkenal sebagai salah satu kota kejahatan. Namun, karena didesak oleh mantan istrinya, Lenore, agar diizinkan, Bryan pun mengizinkan.
Fakta tujuan mereka hendak ikut konser U2 sepanjang Eropa baru diketahui Bryan setelah sampai bandara. Hal itu jelas membuatnya makin blingsatan memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi kepada putrinya. Benar saja, setelah sampai di Paris, kedua perempuan bersahabat itu justru diculik. Here we go, petualangan Bryan dimulai.
Misi Penyelamatan Heroik Sang Ayah
Oke, pada bagian ini, aku bakalan banyak spoiler, nih. Jadi, kalau teman-teman belum nonton dan berminat untuk menjadikan film ini sebagai tontonan akhir pekan, bisa skip aja, yaa. But, if you want to read this, its okay tho.
Pertama: Langsung nyusul anaknya ke Paris
Karena domisili asli mereka ada di California, Bryan akhirnya menyusul Kimmy karena saat ditelepon, dia langsung mendapati anaknya jadi korban penculikan. Basic pengetahuannya sebagai CIA membuat pencarian sang anak lewat kawan-kawannya bisa menjadi batu loncatan agar Kimmy segera ditemukan. Di Paris, dia langsung mendatangi lokasi tempat menginap anaknya, kemudian mencari tahu kemungkinan sosok yang sedang berurusan dengannya. Dengan menelusuri lokasi tersebut, ia berharap bisa menemukan petunjuk lainnya dari TKP penculikan.
Kedua: Minta Bantuan Teman Sejawat
Langkah selanjutnya, dia mencoba untuk meminta bantuan dari temannya yang sedang bertugas di Paris, tetapi permintaan itu ditolak mentah-mentah. Hal itu justru membuatnya berubah jadi buronan karena dianggap akan menggoyangkan pemerintahan. Konon, sindikat penculikan dan woman traficcing tersebut juga punya backingan dari pemerintahan setempat, sehingga sulit sekali untuk ditemukan solusinya. Fakta itu, pada awalnya membuat Bryan hampir putus asa, meski pada akhirnya dia tetap berusaha untuk menemukan putrinya lebih cepat.
Ketiga: Berhasil Menemukan Tangan Pertama si Penculik
Bryan hanya punya waktu 96 jam untuk bisa menemukan putrinya jika ingin Kimmy kembali dalam keadaan utuh. Oleh karena itu, dia berusaha melacak si penjahat dengan meneror kawannya agar mau buka mulut soal sindikat tersebut dengan lebih detail. Beberapa informasi berharga berhasil ia dapatkan, sehingga Bryan berhasil menemukan tangan pertama si penculik.
Ternyata, dia masih belum menemukan Kimmy, tetapi mendapati Amanda, teman Kimmy ada di sana. Rupanya, dia menemukan fakta lain bahwa sindikat ini juga mencekoki korbannya dengan narkoba agar mereka lebih mudah dijinakkan. Hal ini semakin membuat Bryan merasa harus segera menemukan putrinya sebelum semuanya terlambat.
Keempat: Berhasil Melacak Bos Penjahat yang Jadi Otak Penculikan
Dengan petunjuk yang diberikan salah satu korban di tempat pertama dari syal milik anaknya, Bryan berhasil menemukan lokasi berbeda tempat Kim disembunyikan. Di sini, Bryan juga menemukan otak utama di balik kejahatan masif yang dilakukan di Paris selama ini. Dari sanalah, dia akhirnya bisa menemukan Kimmy meski dengan penuh perjuangan. Teman-teman bisa langsung menonton sendiri untuk merasakan atmosfer tegang yang tercipta dalam alurnya.
Kelima: Menemukan Sang Anak Sebelum Diselundupkan ke Kapal
Kimmy berhasil diselamatkan, kemudian kembali ke California bersama sang ayah dengan penuh rasa syukur. Kimmy merasa sangat berterima kasih kepada sang ayah karena mau mengusahakan untuk menemukan dirinya sebelum terlibat dengan sindikat tersebut lebih jauh.
**Apa itu Cinta?
Ada beberapa value tentang cinta yang bisa dipetik dari kisah ini. Dilihat dari beberapa sudut pandang, penonton akan bisa merasakannya sepanjang cerita. Apa saja? Check this out!
Pertama, cinta murni ayah yang hendak melindungi anaknya.
Bryan menjadi sosok paling nyata yang membuktikan bahwa dia sangat menyayangi anaknya, melakukan apapun untuk melindungi buah hati semata wayangnya itu. Dia berusaha sekuat tenaga agar Kimmy bisa diselamatkan sebelum terlambat. Hasilnya, sikap tegas dan kemauannya yang kuat itu mampu jadi pendongkrak di luar nalar untuk menemukan Kimmy bagaimanapun caranya.
Kedua, cinta dan penghormatan sang anak setelah diselamatkan ayahnya.
Sebagai anak yang diselamatkan, Kimmy pun menjadi makin sadar bahwa ayahnya benar-benar menjadikannya prioritas. Pada mulanya, ia menganggap bahwa sikap ayahnya yang protektif justru akan mengekang. Namun, pada akhirnya, Kimmy pun mengetahui bahwa hal itu juga dimaksudkan untuk tujuan kebaikan dirinya sendiri.
Ketiga, respectfull dari ibu Kimmy kepada mantan suaminya.
Fyi, kedua orang tua Kimmy sudah bercerai. Lenore, sang ibu, sudah menikah lagi. Saat Lenore mengetahui bahwa anaknya sedang diculik, dia pun langsung meminta tolong mantan suaminya agar menyelamatkan anak mereka. Dia tak lagi merasa gengsi atau keras kepala karena hal itu tidak akan membantu mereka untuk menyelamatkan Kimmy. Lenore berusaha untuk respectful kepada mantan suaminya, dan tidak memberikan intervensi yang tidak perlu. Hal ini menjadi salah satu hal yang cukup baik untuk perkembangan hubungan keduanya yang sempat bersitegang karena konflik dan perbedaan pendapat.
The last but not least, film ini memantik kesadaran penonton (khususnya aku pribadi) agar lebih menghargai segala hal di sekitar kita: baik lingkungan, sudut pandang, hingga orang-orang di dalamnya termasuk keluarga. Film ini memberikan insight positif tentang pentingnya melindungi sesuatu yang berharga, sekaligus menjadi pengingat bahwa keluarga adalah salah satu harga yang tidak akan bisa terganti oleh apapun di dunia.
Apa kalian setuju? Yuk sharing ke kolom komentar!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar