Selasa, 03 September 2019

Ciri Khas Drama Korea dan Keunikan Budaya Negeri Ginseng



Korea menjadi salah satu negara maju yang berkembang pesat sejak mulai terkenalnya beberapa drama dan K-pop. Simama sendiri kenal drakor sejak SD, masih jamannya Endless Love yang main Song Hye Kyo dan Song Seung Hoon kala masih muda, kisah percintaan ‘kakak adik’ itu selalu menguras air mata meski udah ditonton ribuan kali. Ada yang sama gak?

Simama mulai intens bergelut dengan drama Korea sejak kuliah semester akhir pas KKN, dapat virus dari temen segrup yang juga demen banget sama drakor. Terhitung mulai saat itu, tahun 2012 sudah hampir 7 tahun Simama ngikutin banyak banget drama. Setiap tahunnya, ada sekitar 40-60 drama yang bisa ditonton, tergantung mood dan situasi. Sempat vakum hampir 1,5 tahun gak pernah nonton lagi karena sibuk ngurus bayi.

Nah, karena sekarang waktunya sudah banyak selonya karena si bayi udah bisa main sendiri, jadi Simama punya waktu yang lebih untuk sekadar nulis2 blog dan nonton beberapa drama lagi. Dari sekian banyak drama yang udah ditonton, Simama rangkumin nih beberapa ciri khas yang ada di dalam drama Korea. Berdasarkan hal itu, kita jadi bisa belajar sedikit mengenai budaya Negeri Ginseng meskipun belum menjamahkan kaki ke sana. Semoga suatu saat nanti bisa. Aamiin.

Alur Kisah yang Menyimpan Rahasia

Hampir seluruh drama Korea punya alur yang cenderung sama. Punya rahasia kisah yang di-keep sampai akhir cerita. Kadang pertengahan cerita udah dibahas juga sih. Intinya punya teka-teki kisah yang gak diungkapkan setidaknya pada 4 episode awal. Hal ini yang membuat drama Korea bikin penasaran untuk diikuti. Apalagi untuk genre detektif-detektifan. Bener-bener bikin emosi, penasaran, kepo, dan ingin segera menemukan penjahatnya.

Hampir seluruh drama, membuat seluruh pemain terlihat saling bertautan satu sama lain. si A, B, C yang terlibat dalam sebuah hubungan ternyata menyimpan kisah menarik sebelumnya.  Kamu bisa simak beberapa drama seperti Whats Wrong Secretary Kim, Another Miss Oh, City Hunter, atau My Shy Boss. Kerumitan hubungan ini membuat kisahnya makin menegangkan lho.

Tak hanya itu saja, keunikan alur ini terlihat semakin menarik dengan chemistry pemain yang luar biasa, bahan skenario yang tidak main-main, dan pemilihan sountrack lagu yang mendukung. Kisah percintaan biasanya punya lagu-lagu yang manis. Cocok banget didengerin sambil galauin si dia #eh. Untuk genre horor juga punya sound effect yang gak kalah keren kok. Kadang malah diikuti dengan tindakan2 konyol dari pemainnya. Jadinya malah horor komedi. Sebut saja Lets Fight Ghost, Master’s Sun dan Hotel Del Luna. Ada yang belum ditonton?

Genre Drama Korea yang Beragam

Jika kamu hanya ngerti kalau drakor itu isinya cinta-cintaan doang, artinya mainmu kurang jauh, Bung! 3-4 tahun belakangan, genre yang disajikan untuk drama Korea semakin berkembang. Ada banyak banget tema yang berdatangan dan gak biasa. Mulai dari genre fantasi dan time slip hingga genre science fiction yang dikemas dengan sangat apik. Kamu bisa cek beberapa tema drama yang tidak biasa dalam drakor, di sini.

Minum Soju: Pelepas Stres dan Upaya Membaur



Kalau kamu baru nonton drakor sekitar 10 biji aja, kamu pasti bisa lihat beberapa adegan yang menampilkan minum soju di dalamnya. Soju adalah minuman keras khas Korea yang biasanya dijual di kedai jajanan kaki lima di seantero jalanan di Korea atau bisa kamu temukan di minimarket terdekat.

Minum soju biasanya dilakukan seseorang untuk melepaskan stres yang melanda. Tipe anak baik-baik yang ujug-ujug minum soju, langsung bisa ketebak kalau dia sedang ada masalah. Entah masalah pekerjaan, masalah percintaan, masalah dengan orang tua, biasanya dialihkan dengan menenggak minuman ini sebagai sarana pelepas penat.

Tak hanya itu saja, minum soju juga bisa dikatakan sebagai salah satu upaya membaurkan diri dengan orang lain. Di sana, anak yang baru dapat kerja biasanya orang tua mengundang beberapa saudara untuk minum bersama di rumah. Baru pindah rumah, teman-teman kantor datang bawa soju sebagai bentuk selamat. Pacar baru yang dikenalkan kepada ortu, biasanya bapaknya ngajak minum bareng.
Hal ini dikarenakan mabuk bersama adalah hal yang wajar terjadi di sana sebagai langkah untuk mengakrabkan diri satu sama lain. Tengoklah drama Misaeng. Dari sanalah Simama menyadari secara utuh bahwa soju adalah koentji sebuah hubungan dapat berjalan dengan baik. Cuzz-lah diliat aja buat yang belum nonton, gak akan rugi!

Mau Makan Ramen di Rumahku?


Pertanyaan ini sangat umum dilontarkan di dalam drama Korea. Fyi, pertanyaan ini sebenarnya mengandung ‘maksud tersembunyi’ di dalamnya. Bagi pasangan yang baru aja PDKT pertanyaan ini mengindikasikan bahwa ‘aku mau bersamamu lebih lama,’ atau ‘ jangan cepat-cepat pulang, kita ngobrol dulu’ atau bisa juga ajakan untuk tidur bersama. Se’dahsyat’ itu ungkapan ini bagi orang-orang sana. Hanya saja, beberapa drama juga melontarkan pertanyaan ini sebagai pertanyaan biasa saja sebagai ajakan makan ramen karena belum makan sebelumnya, seperti dalam drama Fight for My Way.

Namsan Tower, Sungai Han, dan Pulau Jeju


Tiga lokasi ini menjadi lokasi yang paling umum terliput saat penayangan drama Korea. Namsan Tower disimbolkan sebagai menara yang romantis, tempat memadu kasih yang tepat apalagi pada musim salju di malam hari. Ingatkah kamu dengan drama Boys Before Flowers yang memaksa Gu Jun Pyo harus rela kedinginan karena menunggu Geum Jan Di yang tak segera datang mengunjunginya di tengah hujan salju? Mereka bahkan harus terkurung di kereta gantung Namsan Tower karena terkunci semalaman.

Sungai Han juga menjadi salah satu perlambang Korea yang sangat sering muncul. Bahkan beberapa drama menjadikan lokasi ini sebagai tempat bunuh diri. Cobalah tengok drama My Strange Hero atau W; Two World. Di Korea sana, kemungkinan kegiatan nyemplung ke sungai dianggap sebagai salah satu cara paling aman untuk bunuh diri kali ya? Hahahaa. Just kidding!

Selain itu ada Pulau Jeju yang digadang-gadang sebagai Bali-nya Korea. Kecantikan pulaunya sih gak jauh beda sama Bali. Walaupun begitu, tetep aja banyak artis yang kunjungan liburan ke Bali sebagai destinasi. Kita patut berbangga lho gaes! Rain dan istrinya aja memutuskan bulan madu di Bali abis mereka nikahan. Aseeek!

Menghormati Orang yang Lebih Senior

Sunbae (senior) menjadi panggilan akrab layaknya sapaan Mas, Mbak, Uni, Uda, Aa dan Teteh di Indonesia. Baik senior di kampus atau di tempat kerja, warga Korea cukup sensitif jika berkaitan dengan sebutan panggilan seperti ini. Aktris muda yang tidak menyapa aktris yang lebih senior akan dianggap kurang sopan dan menyalahi aturan.

Jika butuh bukti, kamu bisa cek drama My Love from The Stars, Cheon Song Yi menjadi aktris yang ‘kurang’ diakui oleh seniornya, Han Yu Ra, ia dianggap gak sopan karena sebagai aktris baru, ia langsung melejit, membintangi banyak iklan dan drama. Bikin dia frustrasi karena tersaingi. So, peran senioritas itu sangat penting dalam beberapa aspek kehidupan di Korea. Jika berkesempatan datang ke sana, hati-hati saat berbicara dan bersikap yaa..

Aktor dan Aktris yang Berkarakter

Dalam drama dan film Korea, gak ada ceritanya aktor atau aktrisnya punya akting yang kaku dan gak pede. Biasanya para aktris ini sudah mengalami banyak fase sebelum terjun ke dunia drama. Tak jarang, beberapa tahun lalu pemain yang terlibat dalam drama masih sebagai kameo yang munculnya secuil-secuil doang, kini sudah beranjang dan fist lead yang membintangi sederet drama dan film. Bahkan beberapa kali menggondol piala penghargaan lho. Beberapa tokoh sampingan ini juga sudah pernah Simama bahas lho, cek aja di sini.

Perayaan dalam Sebuah Hubungan

Sebagian besar drama Korea, ada momen perayaan untuk menyatakan sebuah hubungan. Entah perayaan rumah baru, perayaan lulus ujian, perayaan kelulusan sekolah, hingga perayaan hari jadi pasangan. Kadang ada yang niat banget ngerayain aniversary hubungan baru 1 minggu, 1 bulan, paling sering pas 100 hari.

Sepertinya hari jadi ke 100 menjadi momen istimewa buat pasangan pacaran. Kamu bisa liat keromantisan dan perayaan manis 100 hari dalam film My Sasy Girl versi Jun Ji Hyun dan Cha Tae Hyun. Kamu bakal nemuin plot twist yang mungkin gak akan kamu duga sebelumnya. Ada yang sudah nonton?


Perbedaan Mencolok antara Si Miskin dan Si Kaya

Dalam drama, akan terlihat jelas bagaimana perbedaan si Miskin dan Si Kaya. Si Miskin cenderung pasrah dan nerimo sama perlakuan si Kaya. Kemudian si Kaya merasa paling punya kuasa atas segala sesuatu. The Heirs menjadi salah satu drama yang punya kontradiksi paling terlihat. Dalam drama ini kamu akan menemukan sebuah ‘jurang’ besar yang menjadi momok pemisah Kim Tan dan Cha Eun Sang.

Tak hanya itu saja, asal daerah juga menjadi salah satu alasan perbedaan perlakuan yang mencolok ini. School 2015 menjadi salah satu bukti yang terlihat. Oleh karenanya, jika ada anak daerah yang datang ke ibukota, sebisa mungkin mereka akan menutupi logat kental yang menjadi ciri khasnya. Series Reply juga memperlihatkan tentang hal ini. Rasanya, kalau mempertontonkan diri dari suatu daerah terpencil yang jauh dari ibukota itu menjadi sebuah aib, karena hal itu biasanya akan membuat seseorang di-bully.

Labeling Seseorang Berdasarkan Pekerjaan dan Latar Belakang Pendidikan

Tak hanya bully karena kondisi keuangan dan asal daerah saja, seseorang yang tidak punya pekerjaan tetap dan hanya bisa bergonta-ganti pekerjaan paruh waktu juga tidak akan dilirik sebagai seseorang yang ‘pantas dihargai’. Jika kamu cuma mengisi waktu luang dengan bekerja di supermarket atau jualan makanan ringan di pinggir jalan, kamu bukanlah sosok pacar yang patut dibanggakan.Calon mertua pihak perempuan biasanya akan melirik calon pacar anaknya dari pekerjaannya terlebih dahulu sebelum memberikan restu.

Latar pendidikan juga menjadi salah satu preview yang diandalkan di Korea. Makanya, ortu di sana gencar banget nyuruh anaknya belajar biar masuk perguruan tinggi top di Korea. Sky Castle, God of Study,  Ghost: Phantom menjadi salah satu bukti drama yang mengisahkan tentang beratnya perjuangan menjadi seorang siswa di Negeri Ginseng. Kegiatan pembelajaran cukup padat, tuntutan dari sekitar juga berat. Pernah ada artikel yang membahas bahwa pelajar di sana sangat iri dengan pelajar Indonesia yang sangat santai dalam belajar. Wah, sampai segitunya ya?

Adegan Ciuman

Adegan sosor-sosor bibir di drama Korea udah jadi hal biasa. Bahkan dinanti-nanti oleh sebagian besar penontonnya. Kegiatan satu ini bisa jadi salah satu penanda paling jelas sebagai ciri khas drama Korea. Hanya saja kamu harus bijak dalam menyikapinya saat menonton beberapa drama. Bahkan di dalamnya kadang ada adegan dewasanya. Yang jelas,  sudah Simama peringatkan lho ya.

Pelajaran Berharga Lewat Pesan Tersirat dan Tersurat

Rain or Shine: Kehidupan adalah penyesalan dan kegagalan yang berulang, itu agar kita membuat penyesalan dan kesalahan yang lebih baik, jadi jangan bersikap pengecut.

Queen of Rings: Kamu gak perlu jadi cantik untuk dicintai. Saat kamu mencintai seseorang, ia akan terlihat cantik bagimu.

The Heirs: Musuhmu bukanlah orang yang menggenggam pedang untuk menentangmu. Mereka adalah orang yang ada di sisimu dengan belati di tangan.

Suits: Keadilah adalah mengembalikan pada semua orang tentang apa yang pantas mereka dapatkan.

Squad 38: Jangan berjuang UNTUK menang, tetapi berjuang SAMPAI kita menang.

Sebenarnya ada banyak lagi quote lain yang tersurat dalam sebuah drama, hanya saja Simama gak sempat nyatetnya satu-satu. Lebih banyak lagi pesan tersiratnya. Seperti drama Bad Papa yang menceritakan perjuangan ayah demi membuktikan ia mampu memikul tanggung jawab sebagai keluarga di hadapan anak dan istinya. Cek review lengkapnya di sini.

Drama-drama lain pun sama, tergantung genre dan temanya, kamu bisa memetik banyak pelajaran berharga dari tayangan drama Korea yang disajikan. Tentang persahabatan, tentang pecintaan, tentang kesetiaan, tentang masa lalu, tentang bersikap, how to treath your family, dan masih banyak lagi. Simama selalu dapat pencerahan baru saat menyelesaikan sebuah drama. 

Dari situ, Simama juga sedikit banyak ngerti tentang beberapa kebiasaan dan ciri khas yang ada dalam budaya Negeri Ginseng. Nonton drama Korea itu bisa jadi ajang pembelajaran juga lho. jadi, yuk sharing pengalaman nonton dramamu, siapa tahu ada beberapa list yang bisa ditambahkan di sini. Simama tunggu komen darimu yaa... 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar