Minggu, 01 September 2019

Kisah Dokter Autis Berjudul “Good Doctor” (Dokter yang Baik Adalah Sebaik-baik Seorang Dokter)


Belum selesai menyaksikan drama yang satu ini, rasanya aku sudah merasa geregetan dan gemes banget buat bikin review-nya. Banyak hal yang akan jadi uneg-uneg yang membakar bila tak disalurkan, ahaha... baru sampai episode 15 akhirnya aku memutuskan buat bikin review-nya, dan ternyata sampai akhirpun drama ini tidak mengecewakan. Dapat kukatakan, Good Doctor merupakan salah satu drama terbaik dari ratusan drama yang telah kutonton.

Awalnya aku tahu drama ini bagus itu dari kawanku, dia bilang drama yang direkomendasikannya ini adalah drama yang super keren banget. Sebenarnya aku sudah berniat download sejak lama, tapi baru beberapa waktu lalu kesampaian dan bisa menikmati sajian kisah kedokteran yang membahana. Drama keluaran tahun 2013 ini menjadi drama pertama dalam genre kedokteran yang kulihat. Beberapa drama kedokteran lain setelahnya menjadi terlihat menarik karena drama pertama yang kutonton cukup berkesan. Kalau kamu penasaran dengan genre tema drama lainnya, kamu bisa cek disini

Aku sudah berniat untuk menonton tanpa espektasi karena takut kecewa bila ceritanya gak sesuai dengan harapan. Namun, hasilnya justru sebaliknya. Dengan menonton tanpa espektasi beginilah akhirnya aku benar-benar bisa menikmati kisahnya yang memang sedari episode 1 udah berhasil menarik perhatianku.

Joo Won bisa totalitas memerankan tokoh seorang autis yang berbakat di bidang kedokteran. Dimotivasi dari kelincinya yang mati dan kejadian kehilangan kakaknya di sebuah tambang, Joo Won kecil sangat berniat untuk jadi dokter. Ia belajar dari seorang “paman” yang mengasuhnya yang juga seorang dokter. Jadilah ia kemudian bisa menghafal struktur tubuh manusia di usia 7 tahun. Itu keren sekali, bukan? Keautisannya ini mirip kisah My Name Is Khan yang diperankan Sharukh Khan dan Kajol yang mengupas tentang seorang islam yang dianggap teroris itu.

Saking kerennya akting Joo Won di drama ini, aku aja sampai terbengong-bengong dibuatnya. Ia benar-benar total berperan sebagai anak dengan savant syndrome tapi kuat pada bidang tertentu. Ia bahkan bisa menghafal buku, 3 sampai 4 langkah lebih depan dibandingkan kawan2nya yang bahkan udah 2-3 tahun koas jadi dokter. Joss banget deh pokoknya...

Joo Won yang berperan sebagai Park Shi On berjuang keras agar ia dapat diakui sebagai dokter. Ia jatuh bangun untuk meyakinkan semua orang bahwa autisnya tidak mempengaruhi kualitasnya sebagai seorang dokter. Karakternya di sini adalah sosok yang jujur, polos, apa adanya, hangat, to the poin, dan langsung ngena di hati... karakter savant syndrome yang benar-benar terekspresikan dengan sangat baik oleh Joo Won dari gestur, cara bicara, cara bersikapnya, total bangeeettt deh pokoknya... sukaaa....

Proporsi ceritanya pas, ada adegan bikin nangisnya, ada adegan sweet-nya, ada adegan yang bikin sebel dan gemes, trus musiknya juga mendukung. Detail yang ditampilkan juga lumayan untuk ukuran kedokteran, kasus-kasus operasi yang dilakukan tampak nyata, tapi justru gak bikin ngeri buat ditonton, dan itu juga menjadi salah satu  poin plus-nya lagi.

Cuma satu hal yang agak punya kesan “mengganggu” yaitu pada bagian kisah tentang perebutan kekuasaan rumah sakit yang punya kesan “sekadar ditempelkan” sebagai bumbu cerita. Tidak dideskripsikan dengan cukup detail. Mungkin penulis naskah dan sutradaranya hanya ingin fokus pada kisah Park Shi On yang mengagumkan.

Setiap episodenya berkesan, setiap episode punya suspense-nya masing-masing. Salah satu yang menjadi favoritku kelegaan habis operasi berjalan, rasanya semacam ikut ploongg gitu setiap tim dokter berhasil menyelesaikan tugasnya. Ikut bangga dengan kinerja para dokter yang tetap profesional apapun yang terjadi.

Drama ini bahkan sudah di-remak­e dalam versi Jepang dan Amerika, aku sempat intip versi Amerika, tapi pemerannya kurang mengekspresikan sosok Park Shi On dengan maksimal. Ia hanya terlihat “lebih pintar” dalam hal penjelasan dan penjabaran suatu hal. Beberapa pemerannya dibuat semirip mungkin dengan aslinya. I appreciate that!

Pesan tersirat yang tergambar dalam drama ini yang jadi favoritku adalah “hati yang hangat akan membuatmu jadi seseorang yang mudah dicintai.” Good Job Park Shi On, aktingmu  bagus banget di sini Joo Won!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar