Jumat, 06 Februari 2026

5 Kesalahan Fatal Parenting yang Bisa Dipetik dari Drama Korea Love Next Door

Drama Korea Love Next Door dibintangi oleh pemeran utama Jung So Min dan Jung Hae In. Premis utamanya adalah teman masa kecil, jatuh cinta, jadian, begitulah kira-kira konsep yang terbayang pada mulanya. Namun, rupanya, cerita yang terbangun di dalamnya jauh lebih kompleks dari ekpektasi awalku.


Awalnya, aku hanya mengira bahwa di dalamnya  hanya kisah cinta biasa, tapi rupanya setelah menonton aku mendapat “one kick conflict” yang berkaitan dengan parenting dalam drama ini. Konfliknya pun tampak sangat fluktuatif untuk tiap episode, sehingga tanpa sadar menontonnya terus menerus setelah satu episode berakhir.


Sebelum mulai, aku jabarkan dulu beberapa tokoh yang akan jadi pembahasan dalam drama ini. Kisah dimulai dari persahabatan empat emak-emak kompleks yang heboh dan saling merangkul satu sama lain: Park Ji Young sebagai Na Misuk (Mamanya Baek Seok Ryu, diperankan Jung Somin) Kim Geun Soon sebagai Do Jaesuk (mamanya Jeong Mo eum yang diperankan oleh Kim Ji Eun), kemudian ada Jang Young Nam yang punya nama peran Seo Hye Suk sebagai mamanya Choi Seung Hyo yang diperankan oleh Jung Hae In.





Nah, alih-alih membahas alur dan konflik, pada review kali ini, aku mau bahas parenting dari dua tokoh utama yang jadi ujung tombak cerita ini. Aku sajikan 5 kesalahan fatal parenting orang tua kepada anak di bawah ini. Yuk disimak.


Pertama, Jangan Beri Ruang kepada Anak


Tidak memberi ruang kepada anak adalah salah hal fatal dalam parenting yang perlu dihindari. Ketika kedua orang tua Bae Seok Ryu terlalu membanggakan sang anak, hal itu menjadi sebuah beban mental untuk selalu bisa berprestasi dan tidak mengecewakan kedua orang tuanya. Seok Ryu tumbuh sebagai gadis sulung yang harus menelan pil pahit rasa sepi dan pengorbanan, karena dia diterima bekerja di luar negeri. Di satu sisi, kedua orang tuanya merasa mendapat prestise dan merasa harga dirinya diangkat. Namun, di sisi lain, sang anak menjadi sosok yang “tidak bisa mengeluhkan keadaan dan rasa sakit” karena merasa harus terlihat tangguh di hadapan orang tuanya.


Kedua, Tinggalkan Anak, Biarkan Dia Merasa Kesepian


Meninggalkan anak demi harga diri juga bukan hal yang tepat dilakukan orang tua, terutama ibu. Seo Hye Suk meninggalkan Seung Hyo sedari kecil karena pekerjaannya sebagai diplomat, memberikan luka tak terlihat yang akan terus menganga di hati anaknya. Anak yang merasa kesepian itu harus dirawat oleh sahabatnya sekaligus tetangganya dengan alasan tanggung jawab. Meski merasa punya “ibu sambung” yang super baik, tetapi Seung Hyo tetaplah anak kecil yang selalu merindukan ibunya,  meski ada jarak besar yang membuat hubungan keduanya terasa canggung dan asing selama beberapa episode pertama.


Ketiga, Jangan Libatkan Anak dalam Membuat Keputusan


Jika menurut orang tua, anak-anak hanyalah anak-anak tanpa tahu apa-apa, mereka salah besar. Anak akan mengerti saat orang tua memberikan pengertian dan pemahaman. Maka, kesalahan fatal untuk mengabaikan pendapat anak adalah hal yang harus dihindari. Apalagi saat kedua orang tua Seung Hyo merasa harus berpisah setelah sekian lama bertengkar. Hati anak akan merasa patah dan tak dihargai.


Keempat, Batasi Impian Anak, Dia Tidak akan Berkembang


Kekang saja anak-anak karena menganggap dunia luar terlalu menakutkan. Hal itu jelas akan membuat anak merasa rendah diri dan tidak berkembang. Padahal orang tua yang bijak seharusnya bisa mengerti terkait impian dan keinginan anak. Tugas orang tua hanya mengingatkan, memberikan opsi agar tidak salah melangkah, kemudian biarkan mereka terbang. Itulah yang bisa dijadikan contoh dari ibunya Mo Eum. Anak gadisnya diizinkan jadi paramedis di damkar, diizinkan untuk pergi ke luar negeri untuk menjelajah, tidak pernah melarang dan terus memberi dukungan terbaiknya.


Anak-anak juga perlu belajar dari rasa gagal, tidak berhasil, dan tidak berdaya. Perasaan itu akan membentuk mereka menjadi anak yang tangguh dan tidak mudah menyerah pada mimpi. Dengan demikian, meraka bisa menebarkan manfaat yang lebih luas, tidak terkungkung oleh langkah dan aturan orang tua yang mengikat mereka dalam jeruji kekhawatiran.


Kelima, Bandingkan Anak Satu dengan Lainnya, agar Mereka Tumbuh tanpa Harga Diri


Baek Sok Ryu memang punya saudara lelaki yang berjarak 13 bulan darinya, Bae Dong Jin. Kedua orang tua mereka kerap membandingkan satu sama lain, sehingga hal itu menjadi cikal bakal dendam yang mungkin bisa menjerumuskan. Namun, khusus untuk kasus kedua kakak beradik ini, mereka hanya bertengkar di mulut saja. Hati mereka jelas saling menyayangi satu sama lain. Mereka saling support, saling menasihati, saling jadi tempat bersandar.


Keduanya tumbuh dengan harga diri yang besar, berprinsip, dan punya tekad kuat. Itulah yang jadi salah satu contoh baik pola parenting kedua orang tua Baek Sok Ryu yang bisa diteladani. Hal ini bukan tanpa alasan, karena mereka pun adalah figur pasangan yang cukup baik dalam komunikasi dan bisa mengerti keadaan. Hal itu jadi satu pondasi yang baik dalam membesarkan anak dalam balutan cinta yang utuh.


***



Drama Love Next Door memang bukan drama thriller yang penuh intrik dengan sajian plot twist sebagaimana kisah drakor detektif. Namun, kisah yang tersaji dalam drama ini cukup punya pondasi kuat untuk genre slice of life, ditambah dengan bumbu konflik antar teman, orang tua dan anak, bahkan sebagai pasangan. Drama Love Next Door kuanggap komplit secara estetika cerita, tidak ada villain orang ketiga yang membuat geregetan, melainkan hanya sekadar masalah-masalah klasik sebuah relationship yang hampir semua orang bisa mengalaminya.


Drama ini bisa jadi healing akhir pekan yang menyenangkan, karena terasa related dengan kehidupan sehari-hari. Dari drama ini, kamu tak hanya akan terhibur secara visual, melainkan juga konten cerita yang menarik untuk dikulik lebih lanjut.


Apakah kamu sudah nonton? Yuk sharing ke kolom komentar, yaa.


[]


Banjarnegara, 06 Februari 2026




Tidak ada komentar:

Posting Komentar