Rabu, 04 September 2019

Memories of Alhambra: Drama Korea Pertama yang Menyajikan Konsep Virtual Reality



Jika kamu memandang Lucky Romance sebagai drama pertama yang mengusung tema virtual reality, kamu tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, pada drama tersebut hanya mengisahkan tentang perjalanan CEO yang menciptakan perusahaan game VR. BUKAN sebuah drama yang menyajikan VR sebagai bagian dari jalan ceritanya.

Simama cukup excited saat mendengar drama keren ini akan dimainkan oleh Hyun Bin dan Park Shin Hye. Dua-duanya merupakan aktor dan aktris yang menjadi favoritku. Kegantengan Hyun Bin dalam Meteor Garden cukup untuk memperhatikannya hingga kini. Di sisi lain, kecantikan Park Shin Hye sejak dalam drama Heartstrings cukup menarik rasa penasaranku dalam mengikuti dramanya kemudian.

Memories of Alhambra menjadi salah satu drama yang menawarkan keunikan lain di Spanyol. Tak hanya fokus pada ikon-ikon bersejarah di sana, Jin Woo membuat Alhambra menjadi salah satu lokasi game virtual reality yang digagasnya bersama tim di Korea. Di sini ia juga menemukan founder game yang cocok untuk melengkapi kekurangan teknis game yang ia buat. Dia adalah Jung Se Joo yang diperankan oleh Chanyeol EXO.  Dia adalah adik Jung Hee Joo yang diperankan oleh Park Shin Hye.



Jalan Cerita yang Seru

Selain untuk menemukan Se Joo, kunjungan Jin Woo ke Alhambra juga sebagai pemain yang menguji coba game yang dibuat. Dengan percobaan ini, ia akan menemukan kelemahan dan kekurangan yang mungkin belum sempurna. Game ini didesain dalam sebuah lensa kontak khusus, sehingga barangsiapa yang memakainya, ia akan menjadi seorang pemain secara otomatis. Langsung masuk pada level 1.


Hal yang cukup mengagetkan saat Jin Woo melepas lensa kontak permainannya, ia tetap berada pada level yang ia mainkan. Ia kembali ke Korea dan mencoba memeriksakan diri. Ia merasa jadi gila karena permainan itu. Pada 10 level pertama ia bahkan tidak tidur untuk bisa terus menaikkan level permainannya. Sampai-sampai ia membunuh sahabatnya sendiri dalam permainan. Hal yang lebih mencengangkan, sang sahabat justru benar-benar meninggal keesokan harinya setelah bertempur dengan Jin Woo.

Plot Twist yang Tidak Biasa

Sepanjang episode, kamu akan terus disuguhi oleh pertarungan Zinu (nama akun dalam game Jin Woo) dengan beberapa musuh dalam setiap level yang berbeda. Jika kamu tak terlalu berespektasi tinggi, mungkin kamu akan menemukan kebosanan saat berada pada episode 6 dan berniat tidak melanjutkannya. Teka teki hilangnya Se Joo juga masih menjadi pertanyaan.  


Pada 2 episode pertama dikisahkan bahwa Se Joo akhirnya setuju untuk menjual gamenya kepada Zinu, setelah beberapa kali ia meminta tetapi tak pernah diterima. Penonton masih dibuat penasaran dengan petunjuk-petunjuk kecil dalam tiap episode mengenai keberadaan adik Jung Hee Joo ini. Zinu berusaha memecahkan beberapa info mengenai Se Joo tapi tidak menemukan apapun. Pada akhirnya ia bertahan di rumah Hee Joo untuk bisa memantau keberadaan Se Joo hingga kembali sambil tetap berjuang menaikkan level. Karena level tertinggi dipegang oleh Se Joo sendiri.



Di dalam game, ada beberapa tokoh unik yang disajikan. Salah satunya Emma, seorang gitaris cantik yang wajahnya sangat mirip dengan Hee Joo. Zinu cukup akrab dengan Emma. Pada level tertentu, ia dapat berkomunikasi dengannya, bahkan meminta bantuannya.


Hari demi hari Zinu bertarung dan berusaha keras menaikkan level, akhirnya ia berhasil mencapai tingkatan yang sama dengan Se Joo.  Dengan fakta tersebut, ia akhirnya bisa menerima pesan rahasia dari Se Joo agar segera diselamatkan. Rupanya ia bersembunyi di sebuah bilik tak terlihat dalam game yang ia mainkan. Ia bertahan di sana sampai benar-benar yakin bahwa ada pemain lain yang datang untuk menyelamatkan.



Sajian Open Ending yang Nanggung

Perlahan-lahan misteri demi misteri terkuak, sampai akhirnya semua hantu yang terlibat dalam game ini akhirnya musnah, tak terkecuali Zinu. Ia berubah menjadi butiran pasir dan tak bisa kembali lagi. Pada episode ini, hampir seluruh timeline media sosial ramai membicarakannya. Dikisahkan bahwa game tersebut akhirnya dihentikan karena menjadi salah satu game berbahaya yang pernah ada karena menghilangkan beberapa nyawa. Beberapa tahun berselang, game tersebut dikembangkan lagi oleh Se Joo dengan teknologi yang lebih mutahir. Secara ajaib diceritakan bahwa Zinu dapat kembali lagi.

Jenis open ending semacam ini biasanya kurang memuaskan beberapa pihak. Kisah yang terkesan dipaksakan dan sangat nanggung, bikin jalan ceritanya agak boring. Simama agak geregetan nonton drama ini dari awal hingga akhir isinya perang dan melawan musuh melulu demi kenaikan level. Hingga episode pungkas telah selesai dilihat, Simama cuma membatin dalam hati, “Ini tadi aku nonton apa sih? Begini amat ceritanya.”

Hal ini disebabkan kisah yang mengalir tentang perseteruan dalam dunia virtual game dalam drama tersebut tak bisa dibedakan dengan kehidupan nyatanya. Oleh karenanya, ada beberapa part yang terkesan nggak nyambung meskipun ceritanya emang bisa disambung-sambungin sendiri. Overall, drama ini cukup memberikan angin segar bagi dunia drama Korea karena menampilkan tema yang sangat fresh dan tidak biasa.

Setelah membaca beberapa artikel behind the story, ternyata inspirasi dari tayangan ini adalah game VR Pokemon Go yang sempat booming beberapa waktu lalu. Semua pihak yang terlibat dalam pembuatan drama ini cukup keren kok.  Sangat bisa dinikmati hingga akhir. Kamu sudah nonton belum? Bisa kok cek episode 1 dulu buat memutuskan untuk lanjut nonton atau nggak. Kalau udah nonton, sharing yuk di kolom komentar. Kutunggu yaa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar